Messi Gantungkan Nasib ke Presiden Baru Barcelona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lionel Messi masih belum memutuskan masa depannya, apakah tetap bertahan di Barcelona atau hijrah ke klub lain, sebagaimana isu yang berkembang belakangan ini.

Bukan tanpa alasan Messi ogah menandatangani kontraknya. La Pula rupanya masih menunggu hasil pemilihan presiden baru Barcelona, 7 Maret 2021 mendatang, setelah itu barulah ia akan menentukan apakah bertahan atau pergi.

Belakangan, Messi kerap dikaitkan dengan Paris Saint-Germain. Hubungan Messi dengan petinggi klub yang dingin, disebut-sebut menjadi peluang besar bagi PSG.

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, pun berkomentar soal berbagai rumor kepindahan Messi ke Stadion Parc de Princess pada musim depan. Pelatih timnas Belanda itu sempat menyebut, berbagai pernyataan terkait kemungkinan kepindahan Messi merupakan bentuk rasa tidak hormat PSG terhadap Barcelona selaku pemilik sah Messi.

Kontrak Messi akan berakhir 30 Juni 2021 ini. Bila ia tak mau memperpanjang kontrak, maka klub lain akan mendapatkan superstar bertubuh mungil ini secara gratis.

Messi belum mau memberikan komentar ataupun pernyataan soal rumor kepindahannya ke PSG. Namun, berdasarkan laporan Marca, pemain berusia 33 tahun itu merasa terganggu dengan berbagai rumor kepergiannya dari Barcelona, termasuk kemungkinan kepindahan ke PSG.

”Messi sadar bukan saatnya buat dia untuk mengomentari soal rumor tersebut, tapi dia mulai lelah dan frustasi dengan spekulasi yang terus berkembang soal kepindahannya ke PSG. sebelumnya, dia telah menegaskan tidak akan mengambil keputusan sebelum kompetisi musim ini benar-benar berakhir,” tulis laporan Marca, seperti dikutip pada Sabtu 6 Februari 2021.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini