Menunda Periode Menstruasi Tanpa Pil? Bisa Kok!

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Liburan, acara khusus, alasan medis, ibadah umrah, atau hal lainnya, ada banyak waktu dalam hidup seorang perempuan yang tidak ingin siklus menstruasinya merusak rencananya.

Bahkan jika siklus menstruasi Anda berjalan seperti jarum jam dan Anda merupakan salah satu yang beruntung, kemungkinan besar, siklus menstruasi tidak selalu berjalan sesuai rencana Anda. Mulai dari kram, perubahan suasana hati hingga begitu mudah emosi, mengalami menstruasi bisa jadi sangat tidak nyaman, terutama ketika Anda memiliki rencana penting.

Tak jarang, sebagian perempuan berharap dapat menunda periode menstruasinya. Yang kemudian menjadi pertanyaan besar adalah, apakah ada cara untuk benar-benar menunda menstruasi?

Secara medis, ada pil yang dapat membantu menunda aliran hormon dan bekerja untuk menunda periode menstruasi Anda. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, ada beberapa cara bagi perempuan untuk menunda haid sementara waktu atau bahkan jangka panjang.

Akan tetapi, memilih pil hormonal sintetis atau obat-obatan mungkin tidak cocok untuk sebagian perempuan. Anda akan terkejut mengetahui bahwa ada beberapa cara alami dan non medis untuk menunda menstruasi Anda.

Melansir Times of India, berikut beberapa tumbuhan dan obat alami yang dapat menunda menstruasi Anda.

Cuka sari apel (ACV)

ACV dikenal untuk mendetoksifikasi tubuh dan meningkatkan berat badan, ada beberapa kepercayaan lama yang menyatakan bahwa ada manfaat lain dari minuman sederhana ini, yakni menunda menstruasi.

Faktanya banyak peneliti telah menemukan bahwa kandungan yang sangat asam dalam larutan ACV dapat membantu menunda menstruasi hingga batas tertentu, tetapi belum ada bukti yang dapat dipercaya untuk mendukungnya.

Cukup mencampurkan satu sendok makan ACV dalam air hangat, dan lakukan secara teratur selama 10-12 hari sebelum tanggal yang Anda harapkan. Meminum air dengan campuran ACV juga dapat mengatasi kembung dan kram yang membuat mentruasi Anda tidak nyaman.

Gram Lentil

Gram lentil atau kacang lentil juga berguna untuk menunda menstruasi Anda. Ada bukti yang menunjukkan bahwa menggunakan lentil goring bubuk dapat menunda siklus haid. Namun, jangan mengkonsumsi berlebihan ya, sebab terlalu banyak mengonsumsi gram lentil dapat menyebabkan masalah pencernaan dan perut kembung.

Gelatin

Konsumsi gelatin mungkin disarankan sebagai obat darurat. Sebuah pengobatan Cina kuno, beberapa percaya bahwa gelatin yang dilarutkan dalam air hangat dapat menunda periode, setidaknya beberapa jam. Untuk menggunakannya, Anda hanya butuh beberapa sendok bubuk gelatin dan dicampur dalam secangkir air hangat.

Jus jeruk nipis

Sementara jus jeruk nipis dipuji karena khasiatnya yang kaya akan vitamin c, ekstrak jeruk yang sama juga bermanfaat untuk menunda menstruasi, seperti halnya sari cuka apel. Selain itu, jus jeruk nipis juga dapat meredakan komplikasi, meredakan komplikasi PMS, dan melancarkan aliran darah.

Akan tetapi perlu diingat bahwa sesuatu yang berlebihan sifatnya tidak baik. Begitu pun dengan jus jeruk nipis yang bila terlalu banyak dikonsumsi akan menyebabkan kerusakan pada gusi dan gigi, bahkan mengiritasi perut Anda.

Biji mustard

Rempah-rempah yang sering digunakan dalam berbagai masakan ini ternyata dapat digunakan untuk menunda menstruasi lho! Merendam satu sendok biji mustard dalam air atau susu semalaman dan meminumnya sepekan sebelum periode menstruasi Anda terbukti dapat membantu.

Lantas adakah cara alami untuk menunda menstruasi? Selain makanan, ada juga beberapa metode alami lainnya. Latihan dan pijat merupakan pilihan lain untuk Anda yang ingin menunda mentruasi.

Ada banyak atlet sering melewatkan menstruasi karena pola latihan yang ekstrem yang harus mereka jalani. Tetapi, ada juga bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa olahraga dapat mengatur, alih-alih menunda waktu menstruasi Anda.

Pijat Rahim juga dapat menjadi alternatif lain untuk dipertimbangkan. Alangkah baiknya bila pijat ini dilakukan oleh profesional, selain dapat menunda menstruasi, Anda juga dapat merasakan ketenangan dan rileksasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini