Mengenal Metafakta, Ilmu yang Dikuasai Bechi untuk Modus Pencabulan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Moch Subchi Azal Tsani atau yang dikenal dengan Mas Bechi merupakan anak dari pemilik Pondok Pesantren (ponpes) Shiddiqiyyah KH Muhammad Mukhtar Mukth. Dirinya kini telah ditangkap kepolisian Jombang karena kasus pencabulan kepada santriwati ponpes.

Ia menjabat sebagai pengasuh ponpes atau Wakil Rektor Ponpes Majma’al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang.

Selain menjabat sebagai wakil rektor ponpes, dirinya juga merupakan musisi dan menjadi salah satu pendiri serta personel dari grup musik ‘Oxytron’ yang memainkan musik ‘metafakta’.

Dirinya tergabung sebagai seorang keyboardis di grup musik tersebut, dan berkolaborasi dengan Indra Q yang merupakan mantan keybordis band ‘Slank’.

Dilansir dari akun Instagram @oxytronofficial, musik metakafakta dinilai merupakan musik yang dapat menyembuhkan.

“Frekwensi musik untuk pengobatan sejatinya sudah berlaku sejak dahulu, dan sudah masuk sebagai salah satu subyek yang diteliti oleh para ahli frekwensi,” tulisnya.

Berlandaskan penilitian itu, musik yang dimainkan oleh grup musik Oxytron dianggap bisa membantu untuk menyembuhkan hanya dengan mendengarkan musik mereka. Salah satunya mendengarkan musiknya secara live atau master lagu mereka.

Hal tersebut lantas diduga menjadi salah satu modus Bechi dalam melakukan pencabulan hingga persetubuhan kepada para santriwati, yakni melakukan transfer ilmu metafakta.

Dari keterangan pendamping korban, Nun Sayuti, sebelum mencabuli korbannya, Bechi melakukan modus merekrut korban menjadi salah satu tim relawan kesehatan di mana relawan ini akan diajari ilmu metafakta.

Saat seleksi tim, korban dijanjikan mendapat transfer ilmu, namun korban diminta untuk melepas semua pakaiannya agar ilmu tersebut bisa masuk.

Diketahui, korban sempat menolak karena hal ini tidak masuk akal. Namun Bechi menegaskan jika ilmu tersebut tidak akan sampai jika korban masih mengandalkan akal atau logika.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini