Mendes PDTT Sebut 50 Ribu Desa di Indonesia Rawan Bencana

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-50 ribu desa di Indonesia ternyata rawan terjadi bencana. Hal itu diungkap oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Data tersebut ia dapatkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, dirinya tak merinci 50 ribu desa mana saja yang berpotensi terjadi bencana alam tersebut. Pemerintah, lanjut Halim, telah berupaya menanggulangi dampaknya dengan menyiapkan regulasi kebencanaan.

“Makanya kemudian kebijakan Kementerian Desa ada regulasi yang mengatur dibolehkannya penggunaan dana desa untuk tanggap darurat bencana,” ujarnya.

Dana tersebut kata dia, utamanya adalah untuk penyelamatan warga. Bencana apapun, di manapun, sesuai dengan seruan Bapak Presiden pertama yang dilakukan adalah penyelamatan warga.

Halim tak menjawab ketika ditanya jumlah desa yang terdampak bencana belakangan ini. Dia mengatakan sejumlah desa di Bogor dan Banten, Jawa Barat yang terdampak banjir sudah ditangani dengan baik.

“Kalau kemarin di wilayah Bogor, Banten itu desa terdampak banjir banyak, tetapi penanganannya sudah bagus,” katanya.

Dia juga mengakui hingga kini masih ada desa yang terisolir akibat banjir. Namun, menurutnya jumlah desa yang masih terisolir tidak begitu banyak.

 

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini