Mendes PDTT Sebut 50 Ribu Desa di Indonesia Rawan Bencana

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-50 ribu desa di Indonesia ternyata rawan terjadi bencana. Hal itu diungkap oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Data tersebut ia dapatkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, dirinya tak merinci 50 ribu desa mana saja yang berpotensi terjadi bencana alam tersebut. Pemerintah, lanjut Halim, telah berupaya menanggulangi dampaknya dengan menyiapkan regulasi kebencanaan.

“Makanya kemudian kebijakan Kementerian Desa ada regulasi yang mengatur dibolehkannya penggunaan dana desa untuk tanggap darurat bencana,” ujarnya.

Dana tersebut kata dia, utamanya adalah untuk penyelamatan warga. Bencana apapun, di manapun, sesuai dengan seruan Bapak Presiden pertama yang dilakukan adalah penyelamatan warga.

Halim tak menjawab ketika ditanya jumlah desa yang terdampak bencana belakangan ini. Dia mengatakan sejumlah desa di Bogor dan Banten, Jawa Barat yang terdampak banjir sudah ditangani dengan baik.

“Kalau kemarin di wilayah Bogor, Banten itu desa terdampak banjir banyak, tetapi penanganannya sudah bagus,” katanya.

Dia juga mengakui hingga kini masih ada desa yang terisolir akibat banjir. Namun, menurutnya jumlah desa yang masih terisolir tidak begitu banyak.

 

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini