Mendag Jamin Stok dan Harga Pangan Stabil Hadapi Lebaran 2025

Baca Juga

Jakarta – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan dalam kondisi aman dan terkendali. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa distribusi dan stok sembako di seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga dengan baik selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.

“Di lapangan, stok sembako sangat terkendali dan tidak ada kelangkaan sama sekali. Semua dalam kondisi aman, dan pemerintah terus memastikan distribusinya berjalan lancar,” ujar Budi Santoso.

Ia menekankan bahwa sistem pemantauan yang diterapkan Kementerian Perdagangan berjalan sangat efektif dalam memastikan distribusi sembako tanpa hambatan berarti.
Pemerintah telah mengoptimalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tersebar di 128 kabupaten dan kota.

Sistem ini memungkinkan pemerintah untuk memantau pergerakan harga secara real-time, memastikan stabilitas harga, serta mengantisipasi potensi kenaikan yang tidak wajar.

“Distribusi pangan diawasi ketat agar tetap lancar, dan kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menjamin pasokan yang cukup bagi masyarakat. Dengan sistem SP2KP, kita bisa langsung melihat harga-harga yang naik dan segera melakukan langkah antisipasi,” tegasnya.

Pemerintah juga meningkatkan koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar stok sembako tetap tersedia dalam jumlah cukup. Mendag menegaskan bahwa pemerintah siap menindak tegas jika ada pihak yang mencoba melakukan spekulasi harga atau penimbunan.

“Kami terus melakukan pengawasan dari pusat, sementara pemerintah daerah juga aktif berperan. Jika ada kenaikan harga, segera ditangani dan dikoordinasikan dengan pemasok agar harga kembali stabil,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa stok pangan nasional sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri. Hingga awal Maret 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 1,9 juta ton, dengan 150 ribu ton dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Ramadan.

“Ketersediaan pangan aman dan mencukupi hingga Idulfitri 1446 Hijriah. Pemerintah sudah mengantisipasi dengan sangat baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Arief Prasetyo Adi.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa kondisi harga dan stok pangan di Jakarta stabil dan terkendali.

“Stok di Pasar Induk Kramat Jati lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri, dan masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan kelangkaan,” ujarnya saat melakukan inspeksi di pasar tersebut.

Pramono Anung juga menyampaikan bahwa harga pangan tetap terjaga dalam batas wajar, meskipun ada sedikit fluktuasi akibat faktor cuaca seperti curah hujan tinggi.

“Harga-harga tetap dalam kendali. Ada sedikit fluktuasi, tetapi secara umum semuanya aman dan tidak mengganggu ketersediaan di pasar,” imbuhnya.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait, pemerintah optimistis masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang dan nyaman, tanpa kekhawatiran akan pasokan maupun lonjakan harga pangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini