Membaca Peluang Keuangan Syariah Indonesia dalam Skala Global

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sektor keuangan syariah menjadi perhatian pemerintah pada akhir 2020 ini. Terbaru, tiga bank BUMN syariah rencananya akan digabungkan pada 2021 mendatang.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin yakin benar, penggabungan tiga bank syariah berplat merah ini akan membuat Indonesia diperhitungkan dalam skala global.

“Dengan adanya Bank Syariah Indonesia ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi pemain keuangan syariah yang diperhitungkan baik di tingkat lokal maupun global,” kata Ma’ruf, Selasa 29 Desember 2020.

Sebagai informasi, ketiga bank syariah yang akan digabungkan tersebut adalah Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah dan BNI Syariah.

Penggabungan akan dilakukan pada Februari 2021. Ketiganya akan berembuk menjadi satu nama, yakni Bank Syariah Indonesia.

Menurut Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo, ketiga bank syariah ini punya keunggulan masing-masing, seperti BNI Syariah yang unggul di segmen consumer.

Kemudian, BRI Syariah unggul di segmen mikro dan Mandiri Syariah unggul di segmen wholesale.

“Gabungan bank ini akan ini punya kompetensi yang lengkap,” kata dia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perbaikan Irigasi Daerah Dorong Produktivitas Pertaniandan Jaga Pasokan Pangan

Oleh: Silvi Ayuningtiyas )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuatketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasiinfrastruktur irigasi di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagianpenting dari strategi besar meningkatkan produktivitas pertanian sekaligusmemastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah peningkatandan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali. Program yang dijalankanKementerian Pekerjaan Umum tersebut merupakan implementasiInstruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatanpembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaanjaringan irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan.Penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakniJembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan keandalanlayanan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung lebih optimal sepanjang tahun.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapenguatan infrastruktur irigasi merupakan bagian dari komitmenpemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektorpertanian, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhanekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Hasil dari program tersebut mulai terlihat di berbagai wilayah. Di Kabupaten Jembrana, peningkatan kualitas jaringan irigasi berhasilmendorong kenaikan indeks pertanaman dari 150 menjadi 200. Kondisiserupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng yang mengalami peningkatanfrekuensi tanam hingga dua kali lipat. Peningkatan tersebut menunjukkanbahwa akses air yang lebih baik mampu memberikan dampak langsungterhadap produktivitas lahan pertanian.Ketersediaan air yang terjamin memberikan kepastian bagi petani dalammenentukan jadwal tanam. Risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan, sementara efisiensi usaha tani menjadi lebih baik. Dampakpositif ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga memberikankontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupunnasional.Selain melalui rehabilitasi jaringan irigasi konvensional, pemerintah juga memperkuat strategi pengelolaan air melalui program irigasi perpompaan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai program tersebut menjadisalah satu terobosan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini memiliki keterbatasanakses air.Menurut Amran, pemanfaatan teknologi pompanisasi mampu mengubahpola tanam petani secara signifikan. Lahan yang sebelumnya hanya dapatditanami satu kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam. Kondisi ini membuka peluang peningkatanproduksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahanpertanian baru.Pemerintah pun menyiapkan dukungan anggaran yang besar untukmemperluas implementasi program tersebut. Alokasi dana yang telahdisiapkan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lahan keringproduktif di berbagai wilayah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini