Mau Aman Belanja Barang dari Luar Negeri dan Ngga Ilegal, Ini Caranya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Belum lama ini ramai diberitakan di media-media mengenai kasus maskapai Garuda Indonesia yang membawa barang-barang dari luar negeri secara ilegal dengan cara diselundupkan. Dan hal itu dilakukan oleh Direktur Utamanya, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra atau Ari Askhara.

Diketahui, praktik jual-beli barang dari luar negeri yang tak resmi memang banyak terjadi di Indonesia. Dan hal itu jelas melanggar hukum ini sering kali terjadi lantaran tingginya kebutuhan masyarakat.

Padahal sebenarnya ada loh cara pembelian barang dari luar negeri yang aman dan resmi misalnya dengan memanfaatkan jasa titip (jastip). Nah berikut ulasannya!

  1. Pilih situs jasa titip (jastip) yang aman

Menggunakan situs jastip internasional ternama merupakan salah satu cara aman berbelanja barang dari luar negeri. Biasanya situs-situs seperti ini mmepunyao reputasi yang bagus dalam pelayanan kepada customernya, bahkan harganya sering kali lebih murah.

Situs jastip yang patut kamu coba misalnya titipbeliin.com yang merupakan solusi jastip legal pertama di Indonesia. Dikatakan legal karena situs ini bekerja sesuai dengan peraturan yakni menerapkan sistem pajak sebagai komponen penting yang diatur oleh Menteri Keuangan.

Jastip resmi yang baru beroperasi sejak Maret 2019 ini melayani pembelian barang dari 5 negara yakni, Amerika Serikat, Inggris, China, Korea dan Singapura.

  1. Kenali metode pembayaran

Saat berbelanja disitus lokal maupun internasional pastinya ada beberapa opsi pembayaran yang ditawarkan. Misalnya menggunakan kartu kredit atau debit dan kamu akan diminta untuk mengisi data-data pribadi kamu.

Nah, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan ketika kamu akan memasukkan data diri, lihatnya situs yang kamu kunjungi apakah menggunakan “https://”. Karena hurus S pada URL menandakan adanya sistem keamanan yang melindungi situs sehingga data kamu terjamin aman.

Selain itu, kamu juga harus mengenali layanan pembayaran menggunakan Visa, MasterCard atau PayPal. Pembayaran seperti ini biasanya lebih tinggi tingkat keamanannya.

  1. Jangan lupakan Bea Cukai

Saat pembelian barang dari luar negeri sudah pasti akan terkena pajak masuk sesuai dengan harga barang, jenis dan kuantitasnya. Pembelian di bawah 75 US dolar akan dibebaskan dari pajak, lalu pembelian di atas 75 sampai 1500 US dolar akan dikenakan pajak Bea Masuk sebanyak 7,5 persen, PPN 10 persen, dan PPh 10 persen.

Selain itu, pembelian di atas 1500 US dolar akan dikenakan pajak Bea Masuk sesuai dengan presentase barang dari tarif HS Code atau penggolongan barang yang mempermudah penarifan dan transaksi perdagangan, PPN 10 persen, dan PPh 10 persen. (Hutri Dirga)

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini