Manchester United Ngebet Memburu Kiper Barcelona

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Manchester United seperti sudah tak sabar ingin mendapatkan kiper Barcelona, Jasper Cillessen di musim panas nanti.

Namun, rintangan membentang di hadapan MU jika ingin mendapatkan tandatangan pemain berusia 29 tahun tersebut. Pasalnya, Cillesen masih terikat kontrak di Barcelona sampai Juni 2021 mendatang.

Kondisi itu diperburuk fakta bahwa Barcelona tidak melepas murah kiper timnas Belanda tersebut. Cillesen dibanderol seharga 60 juta euro, angka yang cukup besar untuk seorang kiper yang sering duduk di bangku cadangan.

Ya seperti diketahui, Barcelona memboyong Cillesen dari Ajax Amsterdam pada tahun 2016 lalu. Namun, sesampainya di Camp Nou, ia terpaksa harus bersaing dan merelakan posisi penjaga gawang utama yang diisi Marc-Andre Ter Stegen.

Selama tiga musim di Barcelona Cillesen hanya diberi kesempatan empat kali bermain saja. Kejam, hampir tak ada kiper cadangan yang diperlakukan demikian oleh sebuah klub.

Laporan dari Diario Sport menyebut MU berminat menyelamatkan karir Cillesen. Namun, Setan Merah hanya mampu menawar harga pada kisaran 25 sampai 30 juta euro saja ke Barcelona.

MU tak sendirian dalam perburuan itu. Cillesen lebih duluan ditawar Benfica dengan harga penawaran sebesar 15 juta euro. Benfica sudah berupaya keras mendatangkan kiper tersebut sejak dua musim lalu, namun terkendala masalah permintaan gaji.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini