Manchester United dan Arsenal Mundur dari ECA dan UEFA

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Dua klub papan atas Inggris, Manchester United dan Arsenal mengundurkan diri dari Asosiasi Klub Eropa (ECA).

Wakil Eksekutif Man United, Ed Woodward meninggalkan jabatannya di UEFA setelah rencana pembentukan Super Liga Eropa (ESL) diumumkan.

12 klub papan atas, termasuk Manhester United dan Arsenal, telah setuju untuk membentuk Liga Super Eropa  yang akan dijalankan oleh klub-klub pendiri. Bergabungnya dua klub Inggris itu ke Liga Super Eropa berarti membuat keduanya mengundurkan diri dari ECA.

Wakil eksekutif United tersebut tidak lagi memegang peran di UEFA dan CEO Arsenal Vinai Venkatesham telah mengundurkan diri dari posisinya di Dewan ECA.

Ed Woodward memiliki jabatan di Dewan Strategi Sepak Bola Profesional UEFA sebagai perwakilan ECA pada September 2017. Perannya adalah memberi nasihat dalam struktur badan pengatur sepak bola Eropa tersebut.

Namun, dengan bergabungnya United ke ESL, Woodward tidak akan lagi menempati peran itu di UEFA. Sedangkan, Venkatesham baru terpilih menjadi dewan ECA dua bulan lalu.

Manchester United mengonfirmasi bahwa salah satu pemilik klubnya, Joel Glazer, akan menjadi wakil ketua Liga Super Eropa. Keterlibatan kedua klub tersebut di ESL juga membuat mereka tidak lagi menjadi bagian dari ECA, yaitu badan profesional yang mewakili kepentingan klub-klub di kompetisi UEFA.

Reporter : R Al Redho Radja S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini