Mahfud MD Dapat Nasihat Khusus dari Buya Syafii

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Saat menjenguk Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii di RS PKU Muhammadiyah, Sleman, Yogyakarta, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendapat nasihat khusus.

“Kami yang lebih muda dinasihati agar menjaga kesehatan,” kata Mahfud, Sabtu 27 Juli 2019.

Dalam kunjungan tersebut, Mahfud mengajak putri Gus Dur, Alissa Wahid. Diakuinya, Buya Syafii banyak memberi pesan-pesan bagaimana menjaga kesehatan dalam usia senja.

Sebelum Mahfud, sejumlah pejabat negara juga sudah berkunjung menjenguk Buya Syafii. Di antaranya adalah Mensesneg Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Seperti diketahui, Buya Syafii harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengeluh masalah kencing berdarah. Pihak RS menyebut Buya mengalami menderita hematuria dan harus diopname sejak Rabu 24 Juli 2019 lalu.

Dokter spesialis urologi RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman Praha Yuri memastikan Syafii Maarif bisa segera pulang dari rumah sakit seiring kondisi kesehatannya yang terus membaik.

Menurut Yuri, kondisi kesehatan Syafii Maarif saat ini sudah berangsur membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini