Lukaku Ejek Ibrahimovic: Berlutut pada Raja

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILANRomelu Lukaku mengejek Zlatan Ibrahimovic usai Inter Milan memastikan menjadi juara Serie A. Dia meminta Ibrahimovic berlutut pada sang raja.

Lukaku dan Ibrahimovic sempat bersitegang pada laga terakhir Derby Milan di Piala Italia. Atas aksi tersebut, kedua pemain diberikan sanksi berupa denda.

Setelah insiden itu, tensi semakin memanas. Ibrahimovic pernah menyebut dirinya sebagai dewa Kota Milan. “Milan tak pernah punya raja, mereka punya dewa,” kata Ibrahimovic, dikutip dari Marca, Selasa 4 Mei 2021.

Setelah Inter memastikan Scudetto, Lukaku mengejek Ibrahimovic di media sosial dan semakin menambah panas hubungan keduanya.

“Dewa memberikan tahtanya kepada raja. Kini, berlututlah. Raja Milan,” cuit Lukaku.

Inter dipastikan menjadi juara Serie A setelah Atalanta bermain imbang 1-1 dengan Sassuolo, Minggu 2 Mei 2021 malam WIB. Malam sebelumnya, tim besutan Antonio Conte mengalahkan Crotone 2-0.

Dengan hasil ini, Atalanta ada di peringkat dua mengemas 69 poin. Sementara La Beneamata di puncak dengan 82 poin. Dengan menyisakan empat laga, poin maksimal yang bisa diraih Atalanta hanya 81 poin.

Sudah lama fans Inter mendambakan Scudetto. Terakhir kali mereka mampu menjadi yang terbaik di Italia musim 2009/10 bersama Jose Mourinho. Di musim itu, mereka juga memenangkan Piala Italia dan Liga Champions.

Bagi Inter, ini adalah gelar ke-19 Serie A sepanjang sejarah. Mereka memutus dominasi Juventus yang mendominasi dalam sembilan tahun terakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini