Luhut Optimistis Kendaraan Listrik Bakal Laku Keras, Ahh Yakin Nih?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Produk motor listrik buatan anak bangsa diyakini akan mendapatkan tempat spesial dan laris manis di pasar dalam negeri. Ya, setidaknya itulah optimisme Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut yakin, kendaraan listrik akan mampu menarik minat masyarakat dengan menawarkan kualitas dan kenyamanan sebagai nilai tambah lebih.

“Pasti semua orang mau lah, suaranya tidak ribut. Kalau suaranya ribut kita kasih pajaknya tinggi,” kata Luhut di Jakarta, Sabtu 31 Agustus 2019.

Menurut Luhut, hadirnya kendaraan listrik adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memajukan produk-produk dalam negeri, apalagi sampai dialokasikan melalui APBN untuk pembeliannya.

“Mungkin saja APBN 2021 bisa diarahkan untuk mobil dan motor listrik, kalau produksinya bisa lebih bagus lagi,” kata Luhut.

Selain itu, Luhut berkata pemerintah juga berkomitmen untuk membuka ruang agar pasar kendaraan listrik dapat diisi oleh banyak pemain. Jadi tidak hanya akan dikuasi oleh satu pihak atau segelintir pihak.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini