Listyo Larang Polantas Menilang, Begini Kata Ketua ITW

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Listyo Sigit telah menyatakan bahwa akan mengusulkan pelarangan terhadap penilangan anggota Polri di jalan raya. Mendengar hal ini, Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan meminta Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat sarana dan prasarana terlebih dulu.

“Rencana itu bukan pekerjaan mudah seperti mengucapkannya. Sebelum menerapkan kebijakan tersebut harus lebih dulu memastikan kesiapan internal. Termasuk mental dan perilaku seluruh anggota Polantas hingga kesiapan sarana prasarana yang masih membutuhkan perbaikan dan kelengkapan,” kata Edison, Kamis 21 Januari 2021.

Ia berharap inisiasi usulan Listyo tidak hanya berakhir sebagai wacana karena e-tilang masih perlu pembenahan hingga saat ini.

“Agar rencana atau program yang disampaikan tidak seperti mendayung perahu di daratan. Sebab sistem E-tilang yang sekarang sudah diterapkan di Jakarta masih kurang efektif bahkan kerap menimbulkan permasalahan dan merugikan pemilik kendaraan,” ujar Edison.

Permasalahan yang timbul meliputi pemilik kendaraan yang kesulitan membayar pajak kendaraan bermotor atau PKB tahunan. Pemilik tidak menerma surat pemberitahuan terlebih dulu.

Maka langkah awal yang penting adalah dengan membenahi sarana dan prasarana terlebih dulu. Salah satunya adalah mengoptimalkan penggunaan e-tilang.

Namun Polri tidak bisa melakukannya sendiri, perlu keterlibatan stakeholder terkait untuk memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini