Liliyana Natsir Pebulutangkis Putri Terbaik dalam Satu Dekade Versi BWF

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Liliyana Natsir terpilih sebagai pebulutangkis putri terbaik dalam satu dekade terakhir melalui poling Twitter BWF.

Dalam lima babak pemungutan suara, Liliyana mendapat suara terbanyak dari 20 pebulutangkis. Peraih emas Olimpiade 2016 bersama Tontowi Ahmad itu mendapat 69,4 persen suara dari 4.269 suara.

Carolina Marin (Spanyol) dan Ayaka Takahashi (Jepang) juga meraih medali emas di Olimpiade 2016. Marin hanya bertahan sampai babak 16 besar, sementara Ayaka tersingkir di semifinal.

Di final, Liliyana bersaing dengan Tai Tzu Ying (Taiwan). Pada akhirnya, Tai Tzu Ying hanya mendapatkan 30,6 persen suara.

Selama kariernya, Liliyana memenangkan banyak gelar bergengsi, mulai dari lima gelar Juara Dunia, tiga gelar All England, dan gelar-gelar lain di level super series dan BWF World Tour. Liliyana memutuskan gantung raket pada 2019 lalu usai menjadi runner-up di ajang Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini