Lewis Hamilton di Ambang Rekor Michael Schumacher

Baca Juga

MATA INDONESIA, TUSCAN – Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton di ambang menyamai rekor legenda F1, Michael Schumacher, jika bisa menjuarai GP Rusia akhir pekan ini.

Hamilton mendominasi balapan F1 2020. Sejauh ini, dia sudah mengemas 190 poin dari sembilan balapan. Dia unggul 55 poin dari posisi kedua yang ditempati rekan setimnya, Valtteri Bottas.

Kemenangan di GP Tuscan pekan lalu membuat Hamilton mengantongi 90 kemenangan sepanjang kariernya membalap di F1. Jika bisa naik podium tertinggi lagi di GP Rusia, pebalap asal Inggris itu akan menyamai catatan Schumacher dengan 91 kemenangan.

Dengan 90 kemenangan, ketika itu tak ada yang menyangka bakal ada pebalap lain yang bisa menyamai torehan Schumacher. Pebalap asal Jerman pensiun dari dunia F1 pada 2012.

Kini, Hamilton tak hanya berpeluang menyamai rekor Schumacher. Dia punya kans besar melewati catatan tersebut sekaligus menjadi pebalap dengan kemenangan terbanyak di F1.

Klasemen pebalap F1

1. Lewis Hamilton (Mercedes) – 190
2. Valtteri Bottas (Mercedes) – 135
3. Max Verstappen (Red Bull) – 110
4. Lando Norris (McLaren) – 65
5. Alex Albon (Red Bull) – 63

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini