Lewat Edukasi Dini, Pemerintah Dorong Pelajar Jadi Garda Terdepan Melawan Judi Daring

Baca Juga

MataIndonesia, Banjarmasin – Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan praktik judi daring dengan menyasar kelompok pelajar sebagai garda terdepan dalam upaya perlindungan generasi muda. Melalui Bank Kalsel, pemerintah menggelar program literasi keuangan yang dikemas secara kreatif dan menarik bagi puluhan pelajar di Banjarmasin.

Dalam kegiatan bertajuk Edukasi Maritim, Literasi dan Inklusi Keuangan tersebut, sebanyak 30 pelajar diajak menyusuri Sungai Barito menggunakan kapal Pinisi Barito River Cruise sambil menikmati panorama wisata perairan khas Kota Seribu Sungai. Pendekatan edukatif di ruang terbuka ini memberikan pengalaman berbeda sekaligus membuat proses pembelajaran terasa lebih relevan dan mudah dicerna oleh peserta.

Kepala Bagian Inklusi, Literasi dan Tanggung Jawab Sosial Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Kalsel, Fandry Azhari, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat literasi dan kesadaran pelajar terhadap risiko keuangan, termasuk maraknya aktivitas ilegal judi daring. Ia menyampaikan edukasi sejak dini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang benar mengenai layanan keuangan.

“Kami harus menanamkan literasi ini sejak dini, karena saat ini aktivitas ilegal judi daring semakin marak. Harapannya anak-anak bisa lebih waspada dan mampu membedakan mana layanan keuangan yang aman dan mana yang merugikan,” ujar Fandry.

Program literasi ini berlangsung selama 15 hari sejak 10 November 2025 dan melibatkan kolaborasi dengan PT Ambang Barito Persada (AMBAPERS). Hingga saat ini, delapan sekolah telah mengikuti rangkaian edukasi tersebut, yakni SMKN 1, SMK Maestro, SMKN 5, SMAN 1, SMAN 2, SMKN 4, SMAN 5, dan Almazaya Senior High School.

Menurut Fandry, pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga peningkatan literasi keuangan akan berperan besar dalam menekan potensi kerentanan terhadap praktik judi daring yang kian agresif menyasar remaja.

Salah satu peserta dari Almazaya Senior High School, Muhammad Abdan Solihin, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sangat senang belajar tentang kemaritiman dan literasi keuangan,” ungkap Abdan.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar pelajar semakin paham risiko keuangan dan mampu melindungi diri dari aktivitas digital yang merugikan. Program ini sekaligus menegaskan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi tantangan digital melalui edukasi yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini