Lebih dari 2000 Orang jadi Korban Vaksin Covid-19 Palsu di India

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Tercatat lebih dari 2000 orang ditipu di India dalam penyelenggaraan program vaksin oleh dokter dan staf medis. 14 orang ditangkap polisi karena menjalankan program ini, mereka menyuntikan korbannya dengan air laut.

Mereka diduga menggunakan akses rumah sakit mereka untuk membuat sertifikat dan jarum suntik palsu.  Mengutip Daily Mail, setidaknya 12 program vaksinasi palsu dilakukan di sekitar pusat keuangan negara di Mumbai antara Mei dan Juni.

Pejabat departemen kepolisian Mumbai Vishal Thakur mengatakan dokter dan anggota staf yang ikut dalam penipuan tersebut telah ditangkap.

Kematian Covid India relatif terhadap infeksi mencapai rekor tertinggi pada bulan Juni, ketika gelombang kedua virus itu merusak layanan kesehatan negara itu dan mengakibatkan ratusan ribu kematian.

Menurut kementerian kesehatan India hingga 6 Juli, ada 30,62 juta infeksi dan 403.281 kematian akibat Covid-19.

Program vaksinasi di India sedang berlangsung saat ini, tapi populasi negara tersebut yang cukup banyak, vaksinasi diklaim berjalan lambat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini