Lakukan Pelecehan, Yeremia Rambitan Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pebulutangkis Yeremia Rambitan akhirnya meminta maaf atas sikapnya melecehkan volunteer SEA Games. Dia mengaku sudah mendapat teguran keras dari tim pelatih ganda putra.

Nama Yeremia ramai menjadi perbincangan setelah beredarnya video dirinya melakukan pelecehan secara verbal kepada salah satu volunteer SEA Games 2201.

Dalam video, tampak Yeremia dan beberapa pemain lainnya sedang berada di dalam bus. Terdengar Yeremia mengucapkan kalimat tak senonoh yang ditujukan kepada volunteer SEA Games 2021.

“I love you, i wanna f**k you,” kata Yeremia sambil tertawa.

Setelah mendapat banyak hujatan, Yeremia akhirnya meminta maaf atas sikap tak terpujinya itu. Dia mengaku menyesali perbuatannya tersebut.

“Halo semuanya, atas nama pribadi Yeremia, saya memohon maaf kepada PBSI, NOC Indonesia, dan pecinta bulutangkis Indonesia,” ujarnya, dalam video yang diunggah di Instagram Story PBSI, @badminton.ina.

“Saya menyesali perbuatan saya yang khilaf saat bercanda dengan perkataan-perkataan saya. Pelatih sudah menegur saya dengan keras dan saya juga sudah meminta maaf kepada volunteer tersebut. Sekali lagi saya meminta maaf untuk semuanya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini