Menlu Israel Murka Perjalanan Klandestin Netanyahu ke Arab Saudi Terbongkar

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL  – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kabarnya berkunjung ke Arab Saudi untuk bertemu dengan putra mahkota, demikian diungkapkan seorang pejabat Israel. Pertemuan yang juga dihadiri oleh Amerika Serikat tersebut diyakini sebagai usaha melawan Iran.

Sebelumnya, media Israel mengatakan Netanyahu diam-diam terbang ke Neom di Laut Merah, pada Minggu (22/11), untuk melakukan pembicaraan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo.

Namun, kabar ini dibantah oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan al Saud. Ia menegaskan bahwa pertemuan hanya terjadi antara pejabat Saudi dan Menlu Pompeo.

Arab Saudi, merupakan tempat di mana Islam lahir, telah lama memperjuangkan Palestina dan menghindari kontrak resmi dengan Israel –sebuah negara yang notabene menduduki wilayah Palestina.

Netanyahu yang tampil di depan umum terlihat berhati-hati untuk mengomentari perjalanan klandestin tersebut. Klandestin adalah kegiatan yang dilakukan secara rahasia dengan tujuan tertentu dan biasanya dilakukan dalam operasi intelijen perang atau kegiatan yang berbahaya dan berisiko.

Sementara seorang anggota kabinet keamanan Netanyahu mengatakan kepada Radio Angkatan Darat: “Fakta bahwa pertemuan itu terjadi, dan diumumkan ke publik bahkan jika setengah resmi saat ini, adalah masalah yang sangat penting.”

Melansir Reuters, Selasa, 24 November 2020, Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz dalam pidatonya mengutuk “kebocoran penerbangan rahasia ke Arab Saudi yang dilaporkan pihak-pihak tak bertanggung jawab.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Wujud Komitmen Pemerataan Pendidikan

Oleh: Eldian Arif )*Komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan terus ditunjukkan melalui percepatan pembangunan Program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program yang menjadi salah satu prioritas PresidenPrabowo Subianto tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas tantangan ketimpangan akses pendidikan yang masih ditemui di sejumlah wilayah. Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan saranapendidikan yang lebih merata sehingga anak-anak yang selama inimenghadapi hambatan ekonomi maupun geografis dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak.Keseriusan pemerintah terlihat dari upaya percepatan pembangunan yang dilakukan di berbagai daerah. Di Kota Subulussalam, Aceh, misalnya, pembangunan Sekolah Rakyat terus digenjot meskipun menghadapitantangan logistik yang cukup besar. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa lokasi proyek yang berada di wilayah perbatasan menyebabkan distribusi material konstruksi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.Meski demikian, pemerintah tidak menjadikan kendala tersebut sebagaialasan untuk memperlambat pembangunan. Dody menyampaikan bahwaberbagai langkah inovatif dilakukan guna menjaga target penyelesaianproyek tetap tercapai. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaanstruktur beton pada sejumlah bagian bangunan untuk mengurangiketergantungan terhadap material baja yang pengirimannya lebihkompleks.Dukungan percepatan juga dilakukan melalui pengiriman material lewatberbagai jalur distribusi, penyediaan fasilitas produksi beton di lokasiproyek, penambahan alat berat, serta dukungan personel di lapangan. Pendekatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikanpembangunan tidak terhambat oleh tantangan teknis yang muncul selamapelaksanaan.Keberadaan Sekolah Rakyat di Subulussalam nantinya akan menjadikawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi fasilitas lengkap mulai darigedung sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan, asrama siswa, hunianguru, tempat ibadah, sarana olahraga, hingga berbagai fasilitaspendukung lainnya. Kehadiran infrastruktur yang memadai diharapkanmampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagipeserta didik.Percepatan pembangunan juga terlihat di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini