Kudeta Partai Demokrat, Bupati Lebak Ancam Santet Kubu Moeldoko

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ancaman Bupati Lebak, Iti Octavia yang juga Ketua DPD Demokrat Banten untuk meyantet kubu Moeldoko mendapat respon dari salah satu penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang, Hencky Luntungan.

Menurutnua pernyataan Bupati Lebak itu dianggap memenuhi unsur pidana dan bisa dijerat dengan UU ITE.

“Cara bicara bupati kok pakai cara santet kepada pejabat negara kan enggak lucu,” kata Hencky, Selasa, 9 Maret 2021.

Hencky mengatakan pihaknya paham betul bahwa istilah santet tidak bisa diperkarakan secara hukum lantaran tak ada UU yang mengatur terkait hal tersebut. Hanya saja, kata dia, Iti bisa dijerat dengan pasal ancaman pembunuhan.

“Iya, yaiyalah ancaman kepada seorang pejabat negara karena santet bunuh apa segala itu kan segala macam kan itu masuk dalam ranah pidana,” katanya.

Hencky menyampaikan dirinya akan memperkarakan hukum alias buat laporan polisi terkait pernyataan Iti tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPD Demokrat Banten yang juga Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengancam akan santet Moeldoko karena kudeta Partai Demokrat.

Iti Jayabaya menyatakan pengurus DPC di bawah menolak keberadaan dan hasil kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Ia mengatakan tetap setia kepada Ketua Umum Agus Harimurti sebagaimana hasil Kongres V Partai Demokrat 2020.  “Kami menolak KLB ilegal. Dan Banten tidak gentar, kami tetap setia pada ketum kami yang ganteng,” kata Iti.

Iti Octavia Jayabaya mengungkapkan DPD Banten beserta DPC siap turun ke jalan menuntut keadilan. Bahkan, Iti Jayabaya berujar siap mengirimkam santet dari Banten kepada Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut, Moeldoko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jadi Bagian Integral NKRI, Papua Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Papua merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang sebagai bagian integral yang sama sekali tidak bisa...
- Advertisement -

Baca berita yang ini