Korban Banjir Jakarta Mulai Kembali Pulang ke Rumah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Ratusan korban banjir Jakarta akibat meluapnya Sungai Ciliwung dikabarkan mulai meninggalkan lokasi pengungsian, dan berangsur-angur kembali ke rumah.

“Pengungsi sudah berkurang dari 2.258 jiwa menjadi 1.539 jiwa,” ujar Kepala UPT Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M Ridwam, Sabtu 27 April 2019.

Sebelumnya, para korban menempati 13 lokasi pengungsian, tiga di Jakarta Selatan, dan 10 lokasi di Jakarta Timur. Alasan pengungsi kembali ke rumah disebut karena banjir tampak sudah mulai surut di 17 titik yang kini kian membaik keadaannya.

Hingga kini, wilayah di Jakarta Selatan yang masih terdampak luapan air Sungai Ciliwung, di antaranya RW 01 Kelurahan Pengadegan, RW 10 Kelurahan Kebon Baru, RW 02 Kelurahan Petogogan, RW 05 dan RW 08 Kelurahan Pondok Pinang.

Sementara itu, titik yang masih terendam banjir di Jakarta Timur, antara lain RW 01, RW 02, RW 03, RW 05, RW 08, RW 12 Kelurahan Cawang, RW 04, RW 05, RW 06, RW 07, RW 08 Kelurahan Kampung Melayu, dan RW 07 di Kelurahan Bidara Cina.

Satu titik yang masih terdampak banjir di Jakarta Barat berada di RW 05 Kelurahan Kedoya Barat.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini