Komitmen Pertamina EP Tarakan, Bantu Penanggulangan Bencana hingga ke Perbatasan RI-Malaysia

Baca Juga

Mata Indonesia, Tarakan – Pertamina EP Tarakan Field berkomitmen membantu penanggulangan bencana hingga ke pelosok perbatasan RI-Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Ramona Ginting, Superintendent HSSE Pertamina EP Tarakan Field kepada awak media, Rabu 24 Mei 2023.

Ramona Ginting mengatakan setidaknya ada 4 bukti kongkret terkait hal tersebut. Pertama, kata dia, sejak Juni 2022 Pertamina EP Tarakan Field telah tergabung dalam Koordinasi Pentahelix Penanggulangan Bencana di Kaltara. “Koordinasi tidak hanya pada penanggulangan namun juga pada pencegahan bencana,” ungkapnya.

Selanjutnya, aktif menangani hingga memberikan bantuan bencana di perbatasan RI-Malaysia.
“Salah satunya memberi bantuan pada bencana banjir di Lumbis hingga Krayan Selatan Kabupaten Nunukan,” ucapnya.

Kemudian, Pertamina EP Tarakan Field turut mendukung PMK dalam upaya penanggulangan bencana kebakaran di Kota Tarakan.
“Pertamina memiliki mobil fire truk, Jeep, dan Brigade. Kendaraan ini selalu membantu pemadaman api jika terjadi kebakaran di Tarakan,” ucapnya.

Dan terakhir, Pertamina EP Tarakan turut mendukung PMK dalam Kunjungan Jabatan BOMBA dan Penyelamat Malaysia Sabah Zon Tawau.

Ia pun menegaskan apabila kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penanggulangan bencana kebakaran di Perbatasan RI-Malaysia seperti di Pulau Nunukan atau Sebatik, maka Pertamina EP Tarakan siap untuk mendukung dan merealisasikannya.
“Karena itu merupakan komitmen Penanggulangan Bencana kami,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini