Kolaborasi Lintas Pihak untuk Mengembangkan UMKM di Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Papua juga bergantung pada kolaborasi lintas Papua. Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menegaskan jika UMKM perlu untuk berkolaborasi terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

“Karena hanya kolaborasi, mereka bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi,” kata Azizah dalam Webinar Festival Torang Pu Para Para.

Adapun kolaborasi juga bisa memicu keinginan masyarakat Papua untuk melakukan inovasi pengembangan produk agar bisa bersaing di pasar domestik dan global. Hal ini tidak lepas dari potensi besar untuk bersaing di tingkat domestik dan global.

“Yang menjadi kunci adalah sinergi antara kelompok masyarakat, perusahaan swasta, pemangku kebijakan,” katanya.

Hal serupa juga ditegaskan oleh Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw. Mereka menegaskan jika sinergi antara kelompok, masyarakat, pemerintah dan lembaga merupakan kunci keberhasilan.

“Selain tiga itu, kerja sama dengan para akademisi dan komunitas-komunitas anak muda itu juga sangat diperlukan agar regulasi dan fasilitas yang sudah kami sediakan bisa optimal,” kata Mathius.

Ia menilai jika pemuda-pemuda Papua banyak yang potensial sehingga regulasi dibutuhkan untuk melindungi dan mendukung kreatifitas mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini