Kok Meghan Markle Nggak Temani Pangeran Harry ke Balmoral?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pangeran Harry datang ke Balmoral tanpa ditemani istrinya, Meghan Markle. Padahal, saat itu keluarga kerajaan tengah berkumpul setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia.

Meghan dan Harry sedang berada di London, Inggris, untuk menghadiri acara the WellChild Awards. Tapi, mereka batal hadir di sana setelah mendapat kabar kondisi Ratu Elizabeth II drop.

Harry tak sempat berjumpa Ratu Elizabeth II saat meninggal. Pesawat yang ditumpanginya dari Inggris ke Skotlandia mendarat sesaat setelah sang nenek meninggal dunia.

Harry tak ditemani Markle saat berkunjung ke Balmoral. Menurut pakar kerajaan, Katie Nicholl, undangan hanya diberikan kepada anggota keluarga kerajaan.

“Bisa dipahami keluarga menginginkan Pangeran Harry untuk ada di sana, meskipun dia tidak bisa datang di Balmoral tepat waktu untuk melihat neneknya,” ujarnya, dikutip dari ET, Jumat 9 September 2022.

“Meghan, Duchess of Sussex, tidak diundang untuk bergabung dengan keluarga. Dia sempat bilang dia akan pergi ke Balmoral suatu waktu. Namun saya rasa cukup signifikan bahwa Pangeran Harry pergi ke Balmoral sendirian tanpa istrinya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini