Klok Bahagia Bisa Latihan Lagi dengan Persija

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gelandang Persija, Marc Klok bahagia bisa berlatih lagi bersama rekan-rekannya. Klok mengaku sangat rindu bermain sepak bola lagi.

Jelang turnamen pramusim Piala Menpora 2021, Persija menggelar latihan perdana secara tertutup, Senin 1 Maret 2021 di Lapangan NYTC Sawangan, Depok.

Kompetisi Liga 1 dihentikan pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19. Setelah beberapa kali sempat merencanakan melanjutkan kompetisi, pada akhirnya Liga 1 disetop karena tak kunjung mendapat izin dari kepolisian.

Setelah berjuang cukup keras, akhirnya izin dari kepolisian didapat meskipun hanya menggelar turnamen pramusim Piala Menpora 2021 pada 21 Maret mendatang. Nantinya turnamen ini bisa menjadi barometer izin menggelar Liga 1.

“Saya sangat senang, akhirnya kita bisa mulai lagi. Sudah satu tahun tidak ada pertandingan, sempat memang 6 bulan yang lalu kita latihan lagi, tapi ternyata liga tidak jadi jalan. Sekarang baru kembali, saya sangat senang karena saya sangat rindu sepak bola, saya pikir semua pemain juga begitu, mereka rindu sepak bola, begitupun dengan para fans juga pasti sudah rindu sepak bola,” ujar Klok, di laman resmi klub, Selasa 2 Maret 2021.

“Saya sudah lama sekali tidak main bola, bahkan ketika liga berhenti saya terus melakukan latihan mandiri setiap hari, saya fokus untuk itu. Tujuan utama saya karena saya ingin selalu fit dan memberikan yang terbaik dari diri saya,” katanya.

“Saya melakukan latihan terus-menerus demi mengurangi rasa bosan tidak adanya sepak bola. Bahkan saat pandemi pun saya selalu melakukan latihan setiap harinya, itu karena saya memiliki target yang harus saya capai. Misalnya, dalam satu hari saya melakukan latihan dengan berlari sejauh 2 kilometer dalam waktu di bawah 7 menit. Itu saya lakukan hampir setiap hari, karena saya harus mendorong diri saya sendiri agar tidak merasa bosan dan memotivasi diri saya sendiri untuk bisa lebih baik,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini