KKB Sudah Penuhi Syarat menjadi Kelompok Teroris

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengamat Intelijen, Stepi Andriani setuju dengan wacana Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mendapat klaim sebagai kelompok teroris.

“Saya setuju dengan klaim tersebut, sebab KKB memenuhi syarat sebagai kelompok teroris. Akan tetapi, ketika KKB diklaim sebagai kelompok teroris, maka Indonesia harus siap dengan campur tangan asing,” kata Stepi Andriani ketika dihubungi Mata Indonesia News, Kamis, 18 Maret 2021.

“Ini berbeda dengan ketika KKB hanya disebut sebagai gerakan separatis, karena lingkupnya hanya dalam negeri saja,” ucapnya.

KKB dipimpin oleh Egianus Kogoya yang sebelumnya berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliath Tabuni di Kabupaten Puncak Jaya. KKB pimpinan Egianus Kogoya saat ini merupakan kelompok yang paling agresif melakukan teror aparat dan masyarakat di Nduga.

Redefinisi KKB menyusul aksi teror yang sudah meresahkan masyarakat di Bumi Cendrawasih, seperti menebar ancaman, menyandera, membakar, membunuh, memerkosa, menyiksa, hingga menculik warga sipil dengan motif politik.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, terorisme merupakan perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internsional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Pada pertengahan Februari, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa KKB atau kelompok separatis di Papua kerap menggunakan media sosial sebagai alat propaganda. Sebagai langkah antisipasi, Panglima TNI menegaskan, keberadaan media sosial, internet, maupun siber menjadi perhatian TNI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Jadi Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Yohanes Kogoya*Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraanmasyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa. Dalam konteks pembangunan nasionalsaat ini, Papua menempati posisi yang semakin strategis, bukan hanya sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan Pasifik, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensisumber daya alam melimpah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagaikebijakan dan program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa Papua kini menjadibagian penting dalam agenda pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.Komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Papua mendapat penegasan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Menurutnya, paradigma pembangunan nasional saat ini telah bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada Pulau Jawa menjadi pembangunan yang berpusat pada seluruh wilayah Indonesia. Papua pun ditetapkan sebagaisalah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis, mulai daripembangunan infrastruktur, rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, program Makan BergiziGratis, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas melalui Trans...
- Advertisement -

Baca berita yang ini