Kisah Perjuangan Eko Yuli Irawan Dikisahkan dalam Film Pendek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kisah perjalanan Eko Yuli Irawan menjadi atlet angkat besi dikisahkan dalam film pendek bertajuk ‘Eko Yuli Irawan The Movie’.

Eko menunggah di laman Instagram pribadinya poster dan trailer film tersebut. Peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu berharap, film tentang perjuangannya menjadi seperti saat ini bisa menginspirasi semua orang.

“Film pendek perjalanan saya di olahraga angkat besi ini, semoga bisa menginspirasi,” tulis Eko, dalam captionnya.

Film garapan produsen apparel olahraga SFIDN FITS itu dibuka dengan kisah Eko kecil yang sehari-seharinya harus menggembala kambing di Lampung tiba-tiba tidak sengaja menemukan sasana angkat besi. Di sana, ia mendapat tawaran berlatih oleh pelatih klub tersebut.

Film ini berdurasi 10 menit 25 detik. Di sini, diceritakan pula tekad Eko yang ingin mengangkat derajat orangtuanya. Ayah Eko merupakan tukang becak dan ibunya pedagang sayur. Untuk mengangkat derat orangtuanya, Eko ingin menjadi atlet angkat besi dan bisa mewakili Indonesia di ajang internasional, termasuk Olimpiade.

Impian Eko terwujud. Dia tampil di empat Olimpade sejak 2008. Hebatnya, dia selalu meraih medali. Di 2008 dan 2012, Eko menyumbang perungg. Kemudian di 2016 dan 2020, medalinya meningkat menjadi perak.

Film pendek Eko bisa ditonton di Youtube di bawah ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini