Kinerja Kinclong, Semester I 2021 Sejumlah Bank Panen Laba

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di saat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama satu tahun, ternyata bank-bank di Indonesia menorehkan kinerja mentereng di semester I 2021. Laba bersih yang dibukukan melonjak secara tahunan.

Pertumbuhan kinerja tersebut tidak lepas dari strategi efisiensi yang dilakukan bank di tengah tekanan, penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) dan masih relatif terjaganya kualitas aset.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi hingga 21,4 persen secara year on year (YoY). Pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) sama-sama tumbuh masing-masing 21,5 persen dan 17,2 persen.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan kinerja Bank Mandiri. Anak usahanya itu meraup pertumbuhan laba bersih 34,3 persen YoY.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, optimisme tersebut setelah berkaca dari capaian semester I. Dalam menyalurkan kredir, perseroan akan selektif dengan memasuk ke sektor-sektor potensial. BSI juga tidak merevisi RBB tahun dan optimis bisa mencapai target laba bersih sebesar sekitar Rp 2,9 triliun-Rp 3 triliun.

Sementara Bank CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 22,2 persen YoY. Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, pertumbuhan itu didorong kenaikan pendapatan operasional sebesar 8,7 persen yoy, serta stabilnya biaya operasional sehingga cost to income ratio (CIR) turun 45,1persen.

Suria Dharma, Kepala Riset Samuel Sekuritas mengatakan, kinerja perbankan sudah mengalami perbaikan pada kuartal II dan sebelumnya sudah memperkirakan bahwa kinerja akan semakin membaik di paruh kedua ini. ”Namun, karena kasus Covid-19 terus naik dan PPKM diperketat maka kuartal III diperkirakan akan terganggu,” katanya.

Perkiraan Suria, perolehan laba bersih perbankan kuartal III akan lebih rendah dari kuartal II 2021. Meski begitu, secara tahunan diprediksi masih tetap akan tumbuh karena level terendah kinerja perbankan akibat dampak pandemi Covid-19 terjadi di semester II 2020.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini