Keuangan Barcelona Megap-megap, Lautaro Bakal Dibajak Madrid

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Striker Inter Milan, Lautaro Martinez, kemungkinan bakal didekati Real Madrid dan dibujuk untuk merapat ke Santiago Berbabeu.

Mengutip Marca, Minggu 7 Juni 2020, tentu saja isu ini membuat Barcelona cukup terpukul. Mengingat, sejauh ini Lautaro selalu dikait-kaitkan dengan klub Katalunya tersebut, sebagai persiapan pengganti Luis Suarez yang sudah mulai dimakan usia.

Namun, Barcelona cukup kesulitan untuk mendatangkan pemain 23 tahun tersebut. Pasalnya, krisis keuangan tengah melanda Barca, dan kemungkinan tak ada dana yang cukup untuk membayar klausul 111 juta euro.

Sebelumnya, Barcelona melaporkan telah merugi sebesar 150 juta euro pada akhir Juni lalu akibat sepinya pemasukan selama pandemi Covid-19. Sebagai upaya menyelamatkan klub, Presiden Barca Josep Maria Bartomeu berencana memangkas kembali gaji pemain.

Selain Real Madrid, kabarnya Manchester United juga tertarik menggaet Lautaro Martinez. Bahkan, pihak Setan Merah mengklaim sudah bertemu dengan agen sang pemain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini