Ketika Anggun C Sasmi Bandingkan MRT Jakarta dan Paris di Hadapan Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meresmikan Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta di Bundaran HI pada Minggu, 24 Maret 2019 ini. Selain para tokoh dan pejabat, Jokowi juga didampingi sederet artis terkenal dalam peresmian tersebut.

Salah satu di antara artis yang hadir adalah Anggun C Sasmi. Artis yang kini menetap di Prancis itu bahkan sempat membagikan momen kebersamaannya dengan Jokowi di akun Instagram.

Menariknya, lewat akun Instagram Anggun juga sempat mengunggah sebuah video yang memperlihatkan obrolannya dengan Presiden ketika berada di MRT. Dalam video tersebut Anggun terdengar sempat membandingkan MRT Jakarta dan Paris.

“Ditanya Pak @jokowi perbedaan MRT di Paris dan Jakarta. Salah satunya adalah di Paris nggak ber-AC, di Jakarta iya 😊 Kalo pas musim panas pada meleleh 😅 #MRTJakarta #Jokowi,” tulis Anggun c sasmi dalam keterangan unggahan tersebut.

Postingan Anggun ini rupanya berhasil menarik perhatian netizen. Banyak yang kemudian mengomentarinya.

“yes jadi semacam representatif kedua negara, menebarkan kebaikan antar negara. Living Legend yah sebenernya,” tulis @indra.stevano.

“prancis memang kuno, Bagusan Indonesia,” komentar @netizen_acd.

“Menurut saya Metro di Paris tidak special needs-friendly, (atau ibu2 dengan kereta bayi) tidak ada lift dan escalator (hanya di station tertentu) mudah2an, mrt di jakarta bisa ada fasilitas pendukung untuk orang2 berkebutuhan khusus,” tulis @citrayuningtyas.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini