Kesulitan Main di Liga Inggris, Werner: Saya Terlalu Pede

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Timo Werner kesulitan menghadapi gaya main di Liga Premier Inggris yang membuatnya tak setajam di Bundesliga. Werner mengaku terlalu percaya diri.

Chelsea mendatangkan Werner dari RB Leipzig di awal musim senilai 58 juta Poundsterling. Di musim terakhirnya di Bundesliga, dia mengemas 28 gol dari 34 penampilan.

Setelah merasakan kerasnya Liga Premier Inggris dalam beberapa bulan terakhir, rasa percaya diri Werner mulai terkikis. Dia mengaku kaget dengan kompetitifnya kompetisi di Inggris.

“Pada awalnya, saya percaya diri bisa melakukan banyak hal di sini, tapi dalam beberapa bulan terakhir, saya seperti kembali lagi ke bumi. Pertandingan di Inggris sangat cepat dan keras,” ujar Werner, dikutip dari Daily Mail, Selasa 23 Februari 2021.

“Para pemain di sini tingginya rata-rata 1,9 meter, brutal secara fisik, dan sangat cepat, termasuk para pemain belakang. Intensitas di Liga Premier Inggris sangat intensif,” katanya.

“Saya sadar, Anda tak butuh lagi disebut penyerang super. Saya hanya harus melepaskan semua beban karena harus mencetak banyak gol,” ungkapnya.

Sejauh ini Werner baru mencetak lima gol di Liga Premier Inggris. Ketika mencetak gol ke gawang Newcastle United awal bulan ini, Werner memutus 14 pertandingan tanpa bisa mencetak gol.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini