Kessie Ungkap Rahasia Penalti yang Nyaris Sempurna

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Franck Kessie menjadi andalan AC Milan dalam mengeksekusi tendangan penalti. Apa rahasia Kessie bisa menjadi eksekutor yang nyaris sempurna?

Kessie menyumbang satu gol saat Milan ditahan imbang Udinese 1-1, Kamis 4 Maret 2021 dini hari WIB di San Siro. Bahkan, Kessie-lah yang menajdi penyelamat Rossoneri dari kekalahan.

Udinese memimpin lebih dulu berkat gol Rodrigo Becao di menit ke-68. Milan terselamatkan tendangan penalti Kessie di injury time atau tepatnya menit ke-97.

Ini adalah gol kedelapan pemain asal Pantai Gading dari tendangan penalti musim ini. Dia merupakan eksekutor pertama Milan menggeser Zlatan Ibrahimovic yang belakangan sering gagal dalam menendang penalti.

Pemain berusia 24 tahun itu sudah sembilan kali menjadi algojo penalti Milan dan hanya satu kali gagal mencetak gol saat menghadapi Fiorentina.

“Penalti tidaklah mudah. Ketika mendapat penalti, Anda punya dua pilihan: Anda tak boleh merasa takut atau rasa tidak pasti,” ujar Kessie, dikutip dari Football Italia, Kamis 4 Maret 2021.

“Jika demikian, Anda bisa salah (dalam menendang). Saya tidak pernah merasa takut dan bisa mencetak gol melalui penalti,” katanya.

Hasil imbang lawan Udinese tentu merugikan Milan yang sedang mengejar Inter Milan di puncak klasemen. Saat ini  Rossoneri duduk di peringkat dua dengan 53 poin atau tertinggal tiga pon dari Inter. Hanya saja, jaraknya bisa menjadi enam poin andai dini hari WIB nanti Nerazzurri bisa mengalahkan Parma.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini