Kantung Empedu Raja Salman Diangkat, Semoga Panjang Umur!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Usai 10 hari dirawat di rumah sakit setelah menjalani pengangkatan kantung empedu, akhirnya Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz pulang ke rumah.

Sebuah video dirilis oleh media pemerintah menunjukkan Raja berumur 84 tahun berjalan keluar RS King Faisal di Riyadh, diikuti sejumlah pengawal dan anaknya, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), memakai masker.

Dilansir Aljazeera, Jumat 31 Juli 2020, Raja Salman berjalan tanpa tongkat, sebagaimana biasanya.

Pada Jumat, pada hari raya Idul Adha, Raja Salman menyampaikan ucapan selamat melalui Twitter. “Saya memohon pada Allah Maha Besar untuk mengangkat pandemi dari negara kita dan dunia dengan rahmat dan kasih-Nya,” tulisnya.

Raja Salman dibawa ke rumah sakit pada 20 Juli karena mengalami peradangan kantung empedu, menurut media pemerintah.

Pekan lalu, dia memimpin rapat melalui konferensi video dari rumah sakit sebelum menjalani operasi. Dalam video yang disiarkan media pemerintah, Raja Salman terlihat membaca dan membuka sejumlah dokumen.

Muncul sejumlah spekulasi menyangkut kesehatan Raja Salman, yang memimpin Arab Saudi sejak 2015. Pada 2017, raja menyerahkan sejumlah kewenangannya ke MBS, yang menjadi calon penggantinya dan ditetapkan sebagai putra mahkota.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini