Kacau, Di Tengah Cuara Dingin, Sekolah Ini Biarkan Siswa Muslim Sholat di Luar Ruangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Oldham Academy North, sebuah sekolah yang terletak di dekat Kota Manchester, Inggris menuai kritik tajam setelah sebuah video beredar luas di media sosial yang menunjukkan sekelompok siswa Muslim dipaksa melakukan ibadah shalat di luar ruangan di tengah cuaca dingin.

Tentu saja kebijakan sekolah ini menyulut emosi masyarakat setempat. Para siswa Muslim terpaksa melakukan ibadah shalat Jumat di luar ruangan, setelah seorang guru melarang para murid melakukan shalat di ruangan.

Dalam video tersebut, delapan siswa laki-laki terlihat berdoa di jalan di luar sekolah. Pengguna media sosial menggambarkan rekaman itu sebagai sesuatu hal yang “menjijikkan.”

“Kami sedang berdoa di dalam dan seorang guru masuk dan memberi tahu kami bahwa kami tidak diizinkan untuk berdoa di ruangan itu. Dia membanting pintu dan tampak marah,” ucap seorang siswa, melansir Arab News.

“Kami telah memiliki musholla untuk waktu yang lama dan para guru mengizinkan kami pergi ke sana untuk salat,” sambungnya.

Sementara pihak sekolah mengklaim bahwa para siswa tidak dapat melakukan ibadah shalat Jumat di dalam karena banjir dan kerusakan beberapa ruang kelas. Pihak berwenang tengah meluncurkan penyelidikan terkait insiden tersebut.

“Awal minggu ini, foto-foto di media sosial mulai beredar tentang siswa di The Oldham Academy North berdoa di luar,” demikian pernyataan pihak sekolah.

“Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Kami bangga dengan keragaman kami dan tidak pernah, dan tidak akan pernah, menghentikan siswa untuk berdoa atau meminta mereka untuk berdoa di luar,” sambungnya.

“Di Oldham Academy North, kami menganggap keragaman kami sebagai kekuatan terbesar. Kami akan selalu melakukan segala daya kami untuk memastikan siswa, staf, dan komunitas kami diberi peluang terbaik dalam hidup,” lanjutnya.

Pemimpin dewan lokal, Arooj Shah mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah ketika mendapat laporan mengenai larangan tersebut dan berbicara dengan pihak sekolah.

“Setelah berbicara dengan para pemimpin sekolah, saya senang mereka telah meminta maaf kepada mereka yang terkena dampak dan akan menulis surat kepada orang tua untuk menjelaskan,” kata Arooj Shah.

“Oldham adalah wilayah yang membanggakan dan beragam. Saya tahu bahwa Akademi Oldham Utara melihat ini sebagai kekuatan untuk sekolah. Kami akan melanjutkan percakapan dengan sekolah seputar masalah ini untuk menyelidiki situasi dengan benar,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Gencarkan Pembangunan di Papua Sebagai Amanat Undang-Undang

Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan upaya pembangunan di Papua sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang telah diperbarui...
- Advertisement -

Baca berita yang ini