Juventus Tersandung, Pirlo Cari-cari Alasan

Baca Juga

MATA INDONESIA, VERONA – Juventus gagal meraih kemenangan lawan Hellas Verona. Pelatih Andrea Pirlo mencari-cari alasan dengan menyalahkan pemain-pemain muda yang minim pengalaman.

Bertanding di Marc’ Antonio Bentegodi, Minggu 28 Februari 2021 dini hari WIB, Juventus bermain imbang 1-1. Sempat unggul melalui gol Cristiano Ronaldo, Bianconeri harus puas dengan satu poin setelah Verona menyamakan skor berkat gol Antonin Barak.

Juventus memulai laga dengan agresif, tapi memasuki babak kedua mereka tampak kehabisan bensin. Bahkan, bisa dikatakan Verona kurang beruntung karena ada dua peluang yang didapat menerpa mistar.

“Ini mengecewakan, karena kami tahu pertandingan akan sulit. Kami mampu unggul lebih dulu tapi tak bisa mempertahankannya. Ada beberapa detail kecil yang sayangnya tidak dipahami pemain-pemain muda dan itu menjadi pembeda,” ujar Pirlo, dikutip dari Football Italia, Minggu 28 Februari 2021.

“Ketika sedang unggul, Anda harus bisa mempertahankan kedudukan. Kami kehilangan banyak pemain berpengalaman, jadi para pemain muda tidak memahami cara pertandingan berjalan. Saya minta pada Cristiano dan Alex Sandro bicara pada pemain muda agar mereka mendengarkan, tapi itu tidak cukup,” katanya.

“Di babak kedua kami tak lagi punya energi untuk menekan lawan dan ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan Verona. Kami tahu intensitas yang ditampilkan Verona bisa menguras tenaga kami. Jadi, kelelahan juga menjadi salah satu masalah,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini