Juventus Menang Telak 4-1, Pirlo Tak Puas

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Juventus membuka pertandingan pertama di tahun 2021 dengan kemenangan telak 4-1. Tapi, pelatih Andrea Pirlo tak puas dengan penampilan anak asuhnya.

Bertanding di Allianz Stadium, Senin 4 Januari 2021 dini hari WIB, Juventus menundukkan Udinese dengan skor 4-1. Empat gol Juventus dicetak Cristiano Ronaldo (2), Federico Chiesa, dan Paulo Dybala. Gol tunggal Udinese dicetak Marvin Zeegelaar.

Udinese sebenarnya memulai laga dengan baik. Mereka mampu mencetak gol lebih dulu, tapi secara kontroversial dianulir. Kemudian, ada dua peluang yang mereka ciptakan berakhir dengan membentur mistar.

“Ini bukan penampilan terbaik Juventus, karena sebelumnya kami kalah dari Fiorentina. Jadi, kami memulai laga dengan gugup, terutama ketika pemain depan lawan masuk ke pertahanan kami,” ujar Pirlo, dikutip dari Football Italia, Senin 4 Januari 2021.

“Saya tak puas dengan pendekatan awal pertandingan, karena saya merasa kami masih merasa takut setelah kekalahan lawan Fiorentina. Pergerakan kami tidak tepat, terutama di sisi sayap,” katanya.

“Kami tahu Udinese akan bertahan, melakukan serangan balik, dan menunggu kami membuat kesalahan. Tapi kami tampil baik dengan memastikan tak membuat kesalahan,” ungkapnya.

Kemenangan atas Undinese menempatkan Juventus di peringkat lima dengan torehan 27 poin atau tertinggal 10 poin dari AC Milan di puncak klasemen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini