Jokowi: Pertanian Berkontribusi Semakin Besar ke Ekonomi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Lewat akun Instagramnya @jokowi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan selamat Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini, 24 September 2022.

Dalam akun tersebut, Jokowi mengunggah gambar kartun yang bertuliskan selamat Hari Tani Nasional dan menggambarkan suasana pedesaan di mana masyarakatnya sibuk dengan hiruk pikuk bercocok tanam dan berladang.

Dalam penjelasannya di akun tersebut, Jokowi menyatakan, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis pangan, namun sektor pertanian Indonesia saat ini masih mampu bertahan.

“Di tengah ketidakpastian dan ancaman krisis pangan dunia, sektor pertanian Indonesia bertahan dengan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian,” tulis Jokowi.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya memastikan jika pemerintah terus mendukung penuh sektor pertanian dengan beragam infrastruktur yang bermanfaat bagi pengembangan pertanian Indonesia.

“Seperti bendungan, embung, dan jaringan irigasi di seluruh Tanah Air, pendampingan dalam pemanfaatan teknologi, membuka akses permodalan dan sebagainya,” lanjut Jokowi.

“Semua ikhtiar ini dilakukan untuk demi mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani-petani Indonesia,” tutup Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Seribu Kopdes Merah Putih Hadirkan Harapan Baru bagi Masyarakat Desa

Oleh: Sekar Arundhati )*Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat langkah pembangunanekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan peresmian simbolis 1.061 unit koperasi secara serentak di Kabupaten Nganjuk pada 16 Mei 2026. Pada hari yang sama, Presiden juga memimpin Panen Raya JagungSerentak Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari penguatanketahanan pangan nasional berbasis desa.Dua agenda nasional tersebut memperlihatkan arah kebijakan pemerintahyang semakin fokus membangun kemandirian ekonomi masyarakat daritingkat desa. Pemerintah menilai desa harus menjadi pusat pertumbuhanbaru yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat distribusipangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secaraberkelanjutan.Peresmian lebih dari seribu koperasi desa menjadi salah satu capaianpenting pemerintahan Prabowo dalam mempercepat pembangunanekonomi berbasis kerakyatan. Keberadaan koperasi dinilai akanmembantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekaligusmemperkuat kemandirian desa di berbagai sektor usaha.Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang beroperasi terusmeningkat dalam beberapa bulan ke depan. Presiden Prabowo optimistispuluhan ribu koperasi dapat dioperasikan secara bertahap sebagai bagiandari penguatan ekonomi nasional berbasis desa dan kelurahan.Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi pusatlayanan ekonomi masyarakat desa. Koperasi akan berperan dalamdistribusi kebutuhan pokok, penguatan usaha mikro dan kecil, hinggamendukung stabilitas harga barang di tingkat masyarakat. Dengan sistemekonomi berbasis gotong royong, koperasi diharapkan mampu menjadiinstrumen pemerataan pembangunan yang lebih efektif.Program Koperasi Desa Merah Putih juga dipandang selaras denganupaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangannasional. Panen Raya Jagung Serentak yang digelar bersamaan denganperesmian koperasi menunjukkan adanya integrasi kebijakan antarapenguatan produksi pangan dan pembangunan kelembagaan ekonomimasyarakat.Pemerintah ingin memastikan hasil pertanian masyarakat dapat didukungdengan sistem distribusi dan kelembagaan usaha yang lebih kuat. Dengan demikian, petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi jugamemiliki akses terhadap pemasaran, pengolahan hasil, dan rantaidistribusi yang lebih efisien.Dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih juga datang darisektor kehutanan. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki,menegaskan bahwa penguatan koperasi desa sejalan dengan agenda transformasi kelembagaan usaha masyarakat perhutanan sosial yang selama ini terus didorong pemerintah.*) Pemerhati Ekonomi Desa dan UMKMKementerian Kehutanan memandang koperasi desa sebagai instrumenpenting untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memiliki kelembagaan usahayang lebih profesional, mandiri, dan memiliki daya saing lebih tinggi.Program perhutanan sosial yang dijalankan pemerintah selama ini jugaterus menunjukkan perkembangan positif. Di Jawa Timur, kegiatanperhutanan sosial telah melibatkan lebih dari 133 ribu kepala keluargadengan cakupan lahan mencapai ratusan ribu hektare. Program tersebutdinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakatdesa di sekitar kawasan hutan.Pemerintah sebelumnya juga telah memperkuat sinergi antaraKementerian Kehutanan dan Kementerian Koperasi melalui nota kesepahaman terkait penguatan kelembagaan usaha dan peningkatankapasitas sumber daya manusia koperasi sektor kehutanan. Langkahtersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalammembangun ekonomi desa yang berkelanjutan.Hingga akhir 2025, pemerintah telah memberikan akses kelolaperhutanan sosial seluas lebih dari 8,3 juta hektare kepada masyarakatmelalui ribuan surat keputusan. Dari program tersebut, terbentuk lebih dari16 ribu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dengan nilai ekonominasional mencapai lebih dari Rp1,29 triliun.Rohmat Marzuki menilai penguatan koperasi akan mempercepattransformasi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial menjadi entitas usahayang lebih modern dan produktif. Pemerintah ingin memastikanmasyarakat desa tidak hanya memperoleh akses kelola lahan, tetapi jugamemiliki kemampuan memperkuat rantai usaha mulai dari produksi hinggapemasaran.Dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih turut datang daripemerintah daerah. Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menilaikoperasi desa menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomimasyarakat hingga tingkat desa.Menurut Darmawangsyah, kehadiran koperasi dapat membantu menjagastabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memperkuatdistribusi barang hingga wilayah pelosok. Pemerintah Kabupaten Gowasendiri telah memiliki 167 koperasi desa yang tersebar di seluruh desadan kelurahan.Pemerintah daerah berharap koperasi mampu menjadi penggerakekonomi kerakyatan berbasis desa sekaligus membuka peluang usahabaru bagi masyarakat. Sistem ekonomi gotong royong yang dibangunmelalui koperasi diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatsecara lebih merata.Darmawangsyah juga menyatakan dukungan penuh terhadap berbagaiprogram pemerintah pusat yang berpihak pada penguatan ekonomirakyat. Menurutnya, program koperasi desa memiliki manfaat besar bagimasyarakat karena memberikan akses ekonomi yang lebih luas danterjangkau.Langkah pemerintah menghadirkan ribuan Koperasi Desa Merah Putihmenunjukkan komitmen kuat dalam membangun Indonesia dari desa. Pemerintah tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tetapi jugamemperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat agar memiliki ketahanandan kemandirian yang lebih baik.Melalui koperasi desa, pemerintah berharap tercipta pusat-pusatpertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi kesenjanganpembangunan antarwilayah. Program tersebut juga menjadi bukti bahwapembangunan berbasis kerakyatan tetap menjadi prioritas utama dalammewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
- Advertisement -

Baca berita yang ini