Jokowi: Pertanian Berkontribusi Semakin Besar ke Ekonomi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Lewat akun Instagramnya @jokowi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan selamat Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini, 24 September 2022.

Dalam akun tersebut, Jokowi mengunggah gambar kartun yang bertuliskan selamat Hari Tani Nasional dan menggambarkan suasana pedesaan di mana masyarakatnya sibuk dengan hiruk pikuk bercocok tanam dan berladang.

Dalam penjelasannya di akun tersebut, Jokowi menyatakan, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis pangan, namun sektor pertanian Indonesia saat ini masih mampu bertahan.

“Di tengah ketidakpastian dan ancaman krisis pangan dunia, sektor pertanian Indonesia bertahan dengan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian,” tulis Jokowi.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, dirinya memastikan jika pemerintah terus mendukung penuh sektor pertanian dengan beragam infrastruktur yang bermanfaat bagi pengembangan pertanian Indonesia.

“Seperti bendungan, embung, dan jaringan irigasi di seluruh Tanah Air, pendampingan dalam pemanfaatan teknologi, membuka akses permodalan dan sebagainya,” lanjut Jokowi.

“Semua ikhtiar ini dilakukan untuk demi mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani-petani Indonesia,” tutup Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini