Jokowi: Pace, Mace, yang Paling Baik adalah Memaafkan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Jayapura hingga Sorong hari ini, Senin 19 Agustus 2019.

Presiden Joko Widodo berpesan agar seluruh warga di Papua dan Papua Barat dalam menghadapi sebuah masalah harus dengan kesabaran dan saling memaafkan.

“Emosi boleh, tapi saling memaafkan lebih baik. Sabar, jauh lebih baik, ya Pace Mace yang ada di Papua dan Papua Barat,” kata Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi menyusul adanya insiden kekerasan yang dilami mahasiswa asal dua provinsi tersebut, yang terjadi di Surabaya dan Malang.

Selain itu, warga di timur Indonesia itu juga turun ke jalan karena marah akibat adanya penghinaan berbau rasisme, yakni kata ‘monyet’, yang diduga dilakukan oknum aparat terhadap mahasiswa di Surabaya dan Malang.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini