Jokowi Buka-bukaan Soal Alasan Mengutus Luhut Bertemu Prabowo

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Terjawab sudah alasan kenapa capres petahana Joko Widodo mengutus Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk bertemu capres 02 Prabowo Subianto.

Jokowi mengungkapkan bahwa ia mengutus Luhut mengatur pertemuan dengan Prabowo karena demi kebaikan bangsa. Jokowi juga mengaku ia menitip pesan khusus untuk Luhut sampaikan kepada Prabowo.

“Ya ada, tapi enggak perlu saya sampaikan,” ujar Jokowi di Jakarta, Senin 22 April 2019.

Luhut sebelumnya berkata ia sudah menghubungi Prabowo via telepon untuk mengagendakan jadwal pertemuan antara keduanya. Seperti diketahui sebelumnya, sebenarnya pertemuan puncak akan terjadi antara Jokowi dan Prabowo.

Rencananya, pertemuan antara Luhut dan Prabowo akan berlangsung pada Minggu 21 April 2019. Namun, belakangan agenda itu dibatalkan karena Prabowo sedang tidak sehat.

Luhut juga berpesan agar Prabowo tidak terlalu mendengarkan masukan-masukan di sekelilingnya yang belum jelas. Apalagi, Luhut mengakui Prabowo adalah sosok yang rasional.

“Pak Prabowo orang baik, saya hanya titip mau bilang, jangan terlalu didengarkan lah pikiran-pikiran yang gak jelas basisnya,” kata Luhut di Jakarta, Senin 22 April 2019.

“Pak Prabowo orang arif, dia tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Luhut menambahkan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini