Mata Indonesia, Jakarta — Pemerintah memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi berlangsung lancar tanpa tekanan inflasi yang berlebihan di tengah meningkatnya permintaan selama periode mudik dan libur panjang.
Kepastian itu disampaikan usai Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat intensif bersama jajaran Kabinet Merah Putih. Instruksi tegas disampaikan langsung kepada para menteri agar harga sembako tidak naik dan distribusi pangan ke seluruh wilayah berjalan lancar.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Presiden memimpin rapat terbatas dengan agenda utama kesiapan pemerintah menghadapi Idulfitri.
“Rapat tersebut membahas stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, kelancaran distribusi logistik, serta kesiapan infrastruktur dan layanan publik agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” kata Seskab Teddy.
Sebelumnya, Presiden juga menggelar rapat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, dengan agenda serupa. Dalam pertemuan itu, Presiden secara khusus menyoroti kesiapan pasokan LPG dan BBM guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama arus mudik.
Pemerintah juga menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga Lebaran, meski harga minyak mentah global tengah bergejolak akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Di lapangan, Menteri Perdagangan Budi Santoso turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Baru Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Berdasarkan pantauan di pasar tersebut, sejumlah komoditas masih berada di bawah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram, beras SPHP Rp 12.500 per kilogram, Minyakita Rp 15.700 per liter, gula pasir Rp 17.500 per kilogram, dan telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram.
“Berdasarkan pantauan kami melalui SP2KP sampai sekarang, alhamdulillah harga kebutuhan bahan pokok terkendali, pasokan terjamin, harga stabil,” ujar Mendag Budi Santoso.
Ia pun meminta masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Hal senada disampaikan Mendagri Tito Karnavian yang mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying, mengingat cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4 juta ton dan pasokan BBM disebut mencukupi hingga Lebaran.
“Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” kata Mendagri.
Lebih lanjut, Tito juga meminta masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap angka pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,7 persen.
“Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi,” ujar Mendagri.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Mendagri menginstruksikan seluruh gubernur, bupati, dan wali kota, untuk segera menggelar rapat internal guna memastikan kesiapan pasokan pangan dan energi di daerah masing-masing.
