Jalur Trans Sulawesi Putus Akibat Diterjang Banjir! Ini Jalur Alternatifnya

Baca Juga

MINEWS, SIGI – Musim mudik Lebaran 2019 tak melulu berbicara kemacetan maupun kebahagiaan para pemudik yang hendak bertemu sanak keluarganya. Seperti yang terjadi di Sulawesi Tengah, tepatnya di Jalan Trans Sulawesi di Desa Jono’oge yang kembali putus diterjang banjir.

Sehingga arus kendaraan yang dari Palu menuju Kabupaten Sigi dan Poso dialihkan sementara melalui jalur alternatif. Sebelumnya banjir yang terjadi pada Senin 3 Juni 2019, mengakibatkan sebagian badan jalan di eks lokasi likuifaksi Desa Jono’oge, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, telah menjadi sungai dan air mengalir cukup deras.

Jalur tersebut putus menyusul, hujan lebat mengguyur dalam beberapa hari terakhir ini. Sejumlah wilayah di Sulteng yang diguyur hujan deras adalah Kabupaten Morowali Utara dan Banggai.

Hujan menyebabkan banjir di dua kabupaten itu merendam beberapa desa di Banggai dan Morowali Utara. BMKG dan BPBD pun mengingatkan warga untuk tetap waspada menghadapi cuaca ektrem ke depan karena bisa menimbulkan bencana alam banjir dan tanah longsor.

Terpantau, kendaraan roda dua mobil mobil, termasuk bus angkutan mudik Lebaran dari arah Palu menuju Palolo, Sigi, dan Napu di Kabupaten Poso terpaksa harus melewati jalur lain. Untuk itu, para pengendara atau pemudik bisa menggunakan dua jalur alternatif yang bisa dilewati yakni poros Biromaru – Pombewe dan Dolo – Bora.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini