Mata Indonesia, JAKARTA – Komunitas Ondel-Ondel DKI Jakarta (KOODJA) mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga budaya sekaligus kondusivitas Jakarta. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, hidup rukun, saling menghormati, dan menjunjung kehidupan bermartabat dinilai penting untuk terus diperkuat di tengah keberagaman masyarakat ibu kota.
Ketua KOODJA Achmad Syaugie mengatakan, kecintaan terhadap Jakarta tidak cukup diwujudkan melalui pelestarian kesenian dan budaya, tetapi juga melalui kepedulian terhadap keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat.
“Sebagai putra asli DKI Jakarta, saya ingin Jakarta tetap menjadi rumah yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Menjaga Jakarta bukan hanya soal melestarikan budaya, tetapi juga menjaga ketertiban dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Achmad Syaugie.
Menurutnya, nilai-nilai yang hidup dalam budaya Jakarta dapat menjadi salah satu kekuatan untuk menjaga persatuan masyarakat. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan saling menghormati perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Syaugie juga berharap penyampaian aspirasi di ruang publik dapat berlangsung secara tertib dan damai sehingga tidak berujung pada tindakan yang merusak fasilitas umum maupun menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, kami berharap semuanya dilakukan secara tertib, damai, dan tetap menghormati kepentingan masyarakat luas. Jangan sampai fasilitas umum yang digunakan bersama justru menjadi rusak,” ujarnya.
Dalam upaya merawat kebersamaan tersebut, KOODJA terus mendorong kegiatan kebudayaan sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan antarwarga. Berbagai kesenian, mulai dari ondel-ondel, tari Betawi, lenong, gambang kromong, silat palang pintu, hadroh, hingga tanjidor dinilai tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai gotong royong dan kerukunan.
“Kesenian bukan sekadar hiburan atau warisan yang harus dilestarikan. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, gotong royong, kerukunan, dan kehidupan yang bermartabat. Nilai-nilai inilah yang perlu terus kita rawat,” tutur Syaugie.
Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut menjaga Jakarta dengan menghormati perbedaan, menjaga ketertiban, tidak merusak fasilitas umum, serta mengedepankan musyawarah dan kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan.
“Jakarta adalah rumah kita bersama. Kalau kita menjaga budaya, menjaga kerukunan, dan saling menghormati, kita juga sedang menjaga Jakarta. Mari bersama-sama menciptakan Jakarta yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

