Iwan Fals Sindir Parpol, Saat Pandemi Corona Pada Kemana?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Penyanyi legendaris secara gamblang menyindir partai politik (Parpol) yang terlihat lengah dan terlihat seolah-olah tidak mau campur tangan dengan persoalan pandemi virus Corona.

Ia meminta agar parpol segera membagikan masker untuk rakyat, seperti halnya membagikan kaos kampanye saat musim pemilihan umum atau Pemilu.

Hal itu disampaikan pelantun lagu Wakil Rakyat tersebut melalui akun Twitter miliknya @iwanfals yang dibagikan pada Kamis, 19 Maret 2020.

Iwan Fals mengunggah gambar yang dia dapat dari Facebook. Begini bunyinya: ‘Waktu musim Pileg, Semua partai sanggup bagi2 kaos merk partai dan caleg walau rakyat tidak butuh..Sekarang saat rakyat butuh satu masker saja, tidak ada partai yg sanggup memberi’.

“ini dapet dari fb, tak pikir2 iya juga ya…” cuit Iwan Fals.

Cuitannya itu banyak mendapat tanggapan. Ada yang setuju dengan Iwan Fals, ada pula yang mengatakan bahwa sudah banyak pula politikus dan parpol yang bergerak di tengah pandemi virus Corona.

Politikus Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaean, merespons cuitan Iwan Fals. Dia mengatakan partainya sebenarnya ingin bagi-bagi masker tapi sulit mencari barangnya.

“Bung, masker itu tak bisa dicetak di tukang sablon. Masa yg gini seorang Iwan Fals ga paham? Demokrat sdh merencanakan seluruh DPD dan DPC bagi masker, tp maskernya ga ada. Anda punya?” tulis Ferdinand.

Ada pula yang membalas cuitan Iwan Fals dengan berita atau informasi soal politikus dan partai yang bagi-bagi masker di tengah pandemi Corona. Ada pula yang mengadakan penyemprotan disinfektan.

Melihat respon itu, Iwan langsung melayangkan cuitan baru yang menyebut bahwa banyak juga partai politik yang peduli.

“eh gak juga ding, ternyata ada beberapa partai yg peduli juga ding…tuh…” cuit Iwan Fals.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini