Israel Bentuk Basis Intelijen untuk Mata-matai Aktivitas Iran

Baca Juga

MATA INDONESIA, TEL AVIV – Tentara Israel membentuk basis intelijen dan analisis guna memantau setiap aktivitas Iran, terutama terkait dengan program nuklirnya. Hal ini diungkapkan oleh situs berita Walla.

Pertemuan pangkalan yang sangat rahasia dari para perwira dan analis intelijen Israel diluncurkan dalam beberapa bulan terakhir sebagai hasil dari reformasi intelijen interdisipliner.

“Mereka mengidentifikasi dan menganalisis tindakan rahasia yang dilakukan oleh Teheran yang diduga menyembunyikan program nuklir,” kata situs web berita tersebut, melansir Sputnik.

Mengutip seorang perwira tinggi militer Israel, situs berita Walla menambahkan bahwa Israel telah mengumpulkan informasi yang cukup tentang program nuklir Iran dan mencatat karyawan pangkalan menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi terbaru untuk mengumpulkan dan menganalisis data.

“Pangkalan itu juga memainkan peran penting dalam mengidentifikasi kehadiran militer Iran di Suriah dan menyerang formasi bersenjata pro-Iran di sana,” sambung outlet berita tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi menyuarakan kecemasannya terhadap aktivitas program nuklir Iran. Menurut Riyadh, aktivitas nuklir Teheran telah menempatkan kawasan Timur Tengah di tempat yang berbahaya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan kepada wartawan di Washington, Amerika Serikat mengatakan akselerasi kegiatan nuklir Iran sangat memprihatinkan.

“Kami pikir kami memasuki fase berbahaya,” kata Pangeran Faisal bin Farhan sehari setelah bertemu dengan rekannya dari Amerika Serikat Antony Blinken (16/10).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Hadir Menjamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Ketegangan Dunia

Oleh: Rian Hakim )*Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga.Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab...
- Advertisement -

Baca berita yang ini