Insiden Penembakan Brutal Lagi, 15 Orang Meninggal di Afrika Selatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SOWETO – Setelah di Amerika Serikat dan Denmark, kasus penembakan brutal terjadi lagi. Kali ini aksi keji itu terjadi di sebuah bar di Afrika Selatan.

Polisi mengatakan, orang-orang bersenjata memasuki kedai Orlando East pada Minggu 10 Juli 2020 dini hari waktu setempat dan mulai menembaki sekelompok anak muda secara acak di kota Soweto.

“Mereka kemudian melarikan diri dari tempat kejadian dengan minibus putih. Belum ada motif serangan yang ditetapkan,” bunyi keterangan polisi.

Selain 15 orang meninggal dunia, ada beberapa korban luka-luka yang dalam kondisi kritis dilarikan ke rumah sakit. Para korban diyakini berusia antara 19 dan 35 tahun.

“Mayat saling bertumpukan dengan darah di sekujur tubuh. Kami mencari orang yang kami cintai, kami harus melompati mayat mencari saudara-saudara kami,” kata warga setempat, Ntombikayise Meji, dikutip dari BBC, Senin 11 Juli 2022.

Dalam sebuah pernyataan resmi menyebut, para tersangka menggunakan senapan dan pistol 9mm ketika mereka memasuki bar. Polisi sedang mencari tersangka, yang identitasnya masih belum diketahui.

Seorang tokoh masyarakat Soweto, Thaban Moloi, marah dengan lamanya waktu yang dibutuhkan polisi untuk tiba di tempat kejadian.

“Saya bisa katakan, ini sangat mengerikan. Orang-orang tidak tahu harus berbuat apa. Jika Anda berada di sana, Anda bisa melihat wanita dan anak-anak menangis. Butuh lima jam bagi polisi datang,” ujarnya.

Presiden Cyril Ramaphosa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Sebagai sebuah bangsa, kita tidak bisa membiarkan penjahat kekerasan meneror kita dengan cara ini, di mana pun insiden seperti itu bisa terjadi,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini