Inilah Daftar Lengkap Nominasi Piala Oscar 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun ini tak menyurutkan para artis membuat film yang berkualitas. Selama tahun 2021 dan awal 2022 saja ada ratusan film tampil dalam berbagai platform.

Pada perhelatan Piala Oscar 2022 sekarang ini, beberapa film menguasai daftar nominasi Piala Oscar 2022. Seperti Belfast, The Power of the Dog, Drive My Car, Licorice Pizza, dan West Side Story.

Film-film tersebut selain masuk nominasi film terbaik, mereka juga masuk nominasi penyutradaraan terbaik.

Kemudian, Spider-Man: No Way Home yang memecahkan rekor sebagai film terlaris keenam sepanjang masa ini juga masuk nominasi Oscar 2022 dalam kategori Best Visual Effects.

Dalam kategori itu, Spider-Man: No Way Home bersaing dengan Dune, Free Guy, No Time to Die, dan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings.

Pembacaan nominasi Oscar 2022 dipandu oleh Leslie Jordan dan Tracee Ellis Ross pada Selasa 8 Februari 2022. Sementara itu, Academy Awards ke-94 atau Oscar 2022 akan terselenggara pada 27 Maret di Dolby Theatre waktu AS.

Berikut daftar lengkap nominasi Piala Oscar 2022.

Best Picture
Belfast
CODA
Don’t Look Up
Drive My Car
Dune
King Richard
Licorice Pizza
Nightmare Alley
The Power of the Dog
West Side Story

Best Director
Kenneth Branagh – Belfast
Ryusuke Hamaguchi – Drive My Car
Paul Thomas Anderson – Licorice Pizza
Jane Champion – The Power of the Dog
Steven Spielberg – West Side Story

Best Actor
Javier Bardem – Being the Ricardos
Benedict Cumberbatch – The Power of the Dog
Andrew Garfield – tick, tick…Boom!
Will Smith – King Richard
Denzel Washington – The Tragedy of Macbeth

Best Actress
Jessica Chastain – The Eyes of Tammy Faye
Olivia Colman – The Lost Daughter
Penelope Cruz – Parallel Mothers
Nicole Kidman – Being the Ricardos
Kristen Stewart – Spencer

Best Supporting Actor
Ciaran Hinds – Belfast
Troy Kotsur – CODA
Jesse Plemons – The Power of the Dog
J.K. Simmons – Being the Ricardos
Kodi Smit-McPhee – The Power of the Dog

Best Supporting Actress
Jessie Buckley – The Lost Daughter
Ariana Debose – West Side Story
Judy Dench – Belfast
Kirsten Dunst – The Power of the Dog
Aunjanue Ellis – King Richard

Best Adapted Screenplay
CODA
Drive My Car
Dune
The Lost Daughter
The Power of the Dog
Best Original Screenplay
Belfast
Don’t Look Up
King Richard
Licorice Pizza
The Worst Person in the World

Best Original Score
Don’t Look Up
Dune
Encanto
Parallel Mothers
The Power of the Dog

Best Original Song
Be Alive – King Richard
Dos Oruguitas – Encanto
Down to Joy – Belfast
No Time to Die – No Time to Die
Somehow You Do – Four Good Days

Best Sound
Belfast
Dune
No Time to Die
The Power of the Dog
West Side Story

Best Costume Design
Cruella
Cyrano
Dune
Nightmare Alley
West Side Story

Best Animated Short Film
Affairs of the Art
Bestia
Boxballet
Robin Robin
The Windshield Wiper

Best Live Action Short Film
Ala Kachuu – Take and Run
The Dress
The Long Goodbye
On My Mind
Please Hold

Best Animated Feature Film
Encanto
Flee
Luca
The Mitchells vs. The Machines
Raya and the Last Dragon

Best Cinematography
Dune
Nightmare Alley
The Power of the Dog
The Tragedy of Macbeth
West Side Story

Best Documentary Feature
Ascension
Attica
Flee
Summer of Soul

Best Documentary Short Subject
Audible
Lead Me Home
The Queen of Basketball
Three Songs for Benazir
When We Were Bullies

Best Film Editing
Don’t Look Up
Dune
King Richard
The Power of the Dog
tick, tick…Boom!

Best International Feature Film
Drive My Car (Jepang)
Flee (Denmark)
The Hand of God (Italia)
Lunana: A Yak in the Classroom (Bhutan)
The Worst Person in the World (Norwegia)

Best Makeup and Hairstyling
Coming 2 America
Cruella
Dune
The Eyes of Tammy Faye
House of Gucci

Best Production Design
Dune
Nightmare Alley
The Power of the Dog
The Tragedy of Macbeth
West Side Story

Best Visual Effects
Dune
Free Guy
No Time to Die
Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings
Spider-Man: No Way Home

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tata Kelola Koperasi Desa Semakin Solid Melalui Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Oleh: Satria Putra )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tatakelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai fondasi barupenguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Program inidirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas aksesmasyarakat desa terhadap layanan ekonomi yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pengawasan danevaluasi berkelanjutan menjadi elemen utama yang memastikan koperasimampu berkembang secara sehat, profesional, dan akuntabel.Penguatan tata kelola koperasi desa menjadi bagian dari agenda besartransformasi perkoperasian nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Kementerian Koperasi memandang bahwa keberhasilan pembangunankoperasi tidak cukup hanya bertumpu pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan sistem pengawasan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Karena itu, langkah percepatandigitalisasi menjadi pilihan strategis untuk memastikan pengelolaankoperasi berjalan lebih transparan dan efisien.Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Command Center oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai pusat kendali digital yang difokuskan mendukung penyelenggaraan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih. Kehadiran pusat pengawasan ini menandai babak baru tatakelola koperasi nasional yang berbasis data dan teknologi.Ferry menjelaskan bahwa Command Center dibangun sebagai sisteminformasi terpadu yang mengintegrasikan berbagai data operasionalkoperasi lintas lembaga, termasuk pengelolaan dana bergulir. Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari mandat besartransformasi koperasi nasional agar mampu berkembang lebih kompetitifsekaligus menjawab tuntutan modernisasi ekonomi desa.Digitalisasi, menurut Ferry, bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan instrumen untuk memperkuat kontrol kelembagaan. Melaluisistem ini, pelaporan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih cepatdan akurat. Pemerintah dapat menjangkau langsung perkembangankoperasi di berbagai daerah sehingga potensi kendala dapat terdeteksilebih dini.Keunggulan utama Command Center terletak pada kehadiran early warning system yang dirancang untuk mendeteksi persoalan secaracepat. Pendekatan ini memungkinkan langkah korektif dilakukan sebelumpermasalahan berkembang lebih luas. Dengan sistem pencegahan dini, pemerintah memastikan setiap dinamika operasional koperasi dapatdirespons secara terukur dan tepat sasaran.Selain itu, sistem ini memungkinkan pemantauan real-time terhadappelaksanaan pelatihan, aktivitas usaha, hingga perkembangankelembagaan koperasi desa. Model pengawasan berbasis data seperti inimemperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistemevaluasi yang berkesinambungan dan tidak lagi bergantung pada laporanmanual yang seringkali terlambat.Ferry juga menegaskan bahwa penguatan koperasi desa tidak dapatdilakukan secara parsial. Karena itu, Command Center dirancangterhubung dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasukKementerian Desa, Kejaksaan Agung, serta lembaga pengelola dana bergulir. Integrasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratifpemerintah dalam menciptakan pengawasan menyeluruh.Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan tata kelolakoperasi berjalan sesuai koridor hukum, administrasi, dan prinsipakuntabilitas publik. Pemerintah memahami bahwa koperasi desamemegang peran strategis dalam distribusi layanan ekonomi masyarakat, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara terkoordinasi.Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih,menilai keberadaan Command Center akan menjadi landasan pentingbagi proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang lebih efektif. Iamenekankan bahwa penguatan infrastruktur digital, keamanan data, dankapasitas sumber daya manusia teknologi informasi menjadi syarat utamaterwujudnya ekosistem koperasi modern.Pandangan Hera memperlihatkan bahwa transformasi koperasi yang dilakukan pemerintah tidak bersifat seremonial. Langkah ini dibangunmelalui fondasi teknis yang matang agar sistem pengawasan berjalanberkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan lapangan secara nyata.Dukungan terhadap pendekatan pengawasan berlapis juga datang dariekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa karakterKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memadukan fungsi komersialdan sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas otoritas sesuaikewenangannya.Menurut Dipo, pengawasan terhadap aktivitas keuangan sepertipenyaluran kredit idealnya berada di bawah otoritas yang memilikikompetensi khusus di sektor jasa keuangan. Sementara itu, pengawasankelembagaan dan unit usaha tetap relevan berada dalam pembinaanKementerian Koperasi. Pendekatan ini dinilai akan memperkuatakuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkalasebagai instrumen pendukung evaluasi eksternal. Dengan audit...
- Advertisement -

Baca berita yang ini