Ini Rekor yang Membuat Guardiola Setara dengan Sir Alex Ferguson

Baca Juga

MINEWS, LONDON – Prestasi Josep Guardiola membawa Manchester City meraih gelar juara Liga Inggris menyamai rekor Sir Alex Ferguson. Menurut data yang dilansir oleh Gracenotelive, keduanya berhasil membukukan sebanyak delapan gelar juara di lima liga besar Eropa sejak milenium baru.

Yag membedakan adalah, Guardiola meraih dua gelar diraih bersama City, tiga bersama Bayern Munich, dan tiga lainnya bersama Barcelona. Sementara Ferguson meraih 8 trofi juara liga hanya bersama satu klub, Manchester United.

Guardiola juga menjadi manajer pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Inggris sejak tahun 2009. Ferguson pernah membawa MU juara tiga musim beruntun pada musim 2006/2007 hingga 2008/2009.

Sebelumnya Man City memetik kemenangan 4-1 atas Brighton & Hove Albion di pertandingan pamungkas Liga Inggris 2018/2019. Di Amex Stadium, satu gol The Seagulls yang dibukukan oleh Glenn Murray, dibalas empat kali.

Sergio Aguero, Aymeric Laporte, Riyad Mahrez, dan Ilkay Guendogan yang menjadi pencetak gol untuk tim Manchester biru. Dengan kemenangan ini, Man City mengumpulkan 98 poin, unggul satu angka dari Liverpool di peringkat kedua.

Berita Terbaru

Membangun Resiliensi: Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Jawaban atas Online Scam Keuangan

*) Oleh: Arga PrasetyaTransformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Berbagai layanan keuangan kini semakin mudah diakses, transaksiberlangsung lebih cepat, dan inklusi keuangan terus meningkat seiringberkembangnya teknologi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantanganbaru berupa meningkatnya ancaman online scam yang semakin canggih dan sulitdideteksi. Dalam konteks inilah, upaya pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis yang layak didukung demi menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungimasyarakat dari kejahatan digital.Lebih jauh, peringatan OJK mengenai semakin kompleksnya online scam menunjukkan bahwa ancaman tersebut tidak lagi sekadar berupa penipuankonvensional yang menyasar individu. Kejahatan digital kini berkembang menjadijaringan kriminal terorganisasi yang berkaitan erat dengan pencucian uang, pemanfaatan rekening penampung, hingga operasi lintas negara. Situasi tersebutmenuntut pendekatan yang lebih komprehensif karena setiap transaksi ilegal dapatmenjadi bagian dari rantai kejahatan keuangan yang lebih besar. Oleh sebab itu, pemberantasan online scam harus ditempatkan sebagai agenda strategis dalammemperkuat ketahanan ekonomi nasional.Dalam kerangka tersebut, penyelenggaraan Regional Expert Group Meeting on Online Scams bertajuk Strengthening Financial Intelligence, AML/CFT Regulation, and...
- Advertisement -

Baca berita yang ini