Ini Makna Hari Perempuan Internasional bagi Inter Milan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pelbagai organisasi kemasyarakatan, pemerintah tokoh di berbagai penjuru dunia merayakan Hari Perempuan Internasional, Jumat ini 8 Maret 2019. Tak terkecuali klub papan atas Serie A Italia, Inter Milan.

Dalam website resminya, tim asal Italia pertama yang pernah meraih treble winners pada musim 2009-10 ikut merayakan Hari Perempuan Internasional. “Pada Hari Perempuan Internasional, Klub mengharapkan yang terbaik bagi seluruh pendukung perempuan Inter untuk semua yang mereka lakukan sebagai bagian dari keluarga Inter,” kata Inter Milan dalam situs resminya, Jumat 8 Maret 2019.

Tak hanya itu, Inter mengaku juga akan terus melakukan lebih banyak hal untuk mempromosikan sepak bola wanita. “Musim ini, FC Internazionale Milano memasuki dunia sepak bola wanita senior dengan pembentukan skuat utama dan U-19 untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan di Elite Academy.”

“Selamat memperingati #InternationalWomensDay!,” kata Inter Milan.

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini