Ini Komentar Ganjar Soal Didorong Nyapres dari Parpol Lain

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di urutan teratas dalam berbagai survei terkait elektabilitas capres 2024. Dirinya Diusulkan menjadi Capres oleh DPW NasDem dalam rakernas.

Terkait hal itu, Ganjar membiarkan pendapat publik soal dirinya menjadi dinamika di tengah masyarakat.

“Soal ramai-ramai di publik biarkan itu menjadi dinamika yang ada,” kata Ganjar di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat 17 Juni 2022.

Ganjar menyebut, saat ini yang terpenting adalah untuk tetap konsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP.
“Dan saya harus konsentrasi pada penugasan yang ada di saya,” katanya.

Dalam berbagai survei, elektabilitas Ganjar sebagai capres terpantau naik.

Survei yang dilakukan Poltracking mencatat, elektabilitas Ganjar tertinggi di angka 30,6 persen. Sementara di bawahnya ada Prabowo Subianto dengan 26,8 persen dan Anies Baswedan dengan 19,8 persen.

Sementara dalam survei yang dilakukan Charta Politika, elektabilitas Ganjar berada di peringkat teratas dengan 31,2 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 23,4 persen, Anies Baswedan 20,0 persen.

Lalu, Ridwan Kamil 4,6 persen, Sandiaga Uno 3,6 persen, AHY 3,3 persen, Khofifah Indar Parawansa 2,9 persen, Erick Thohir 2,0 persen, Puan Maharani 1,8 persen dan Airlangga Hartarto 1,2 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini