Ini 4 Fakta Unik Chris John yang Tak Banyak Orang Tahu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Setelah mempertahankan gelar selama 10 tahun lamanya, akhirnya legenda tinju Indonesia, Chris John pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya tersebut.

Ia mengumumkan dirinya pensiun dalam usia 34 tahun usai kalah dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, di Perth, Australia.

Nama pria kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah itu mencatat sejarah dimana menjadi juara terlama di Indonesia. Namun, ada fakta unik dari seorang Chris John, yang tak banyak orang tahu, apa saja?

  1. Dari keluarga tinju

Chris John sudah akrab dengan tinju sejak kecil. Pria yang lahir di Banjarnegara, 14 September 1979 itu merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi dan Maria Warsini.

Sang ayahlah yang mengenalkan tinju kepada Chris John dan adiknya Adrian. Dia seorang eks petinju amatir. Namun, Chris John mengawali dengan dengan wushu lebih dahulu.

Pria bernama lengkap Christian Yohannes John itu pernah mendapatkan medali emas di cabang ini pada PON 1996.

Setahun kemudian Chris John memutuskan untuk menjadi petinju profesional.  Pengalaman ring perdana dilakoni dengan duel versus Firman Kanda pada 1998. Namun namanya mulai meroket saat menghadapi Muhammad Alfaridzi.

  1. Petinju dengan Sebutan ‘Si Kurus’

Popularitas Chris John melejit lebih dahulu, barulah julukan The Dragon mengikuti namanya. Rupanya julukan itu dipilih karena latar belakang keluarga, idola dan agar terdengar lebih sangar.

Banyak yang tidak menyangka perawakan Chris John begitu ramping, Kendati memang bermain di kelas bulu WBA, tetap saja orang awam membayangkan dia sebagai petinju dengan tubuh kekar.

Namun, faktanya petinju orthodox itu sangat ramping, main di kelas bulu dengan tinggi 169 centimeter. Karena posturnya itu pula dia pernah mempuyai julukan The Indonesian Thin Man. Dia juga kerap dipanggil “Si Kurus”.

Namun, dalam perjalannya Chris John merasa julukan itu terkesan kurang galak. Suami Ana Maria Megawati itu pun mengganti dengan The Dragon alias “Sang Naga”.

3. Lebih Sering Menang Angka

Chris John kehilangan sabuk juara di laga ke-53. Tepatnya saat saat menghadapi Simpiwe Vetyeka di Metro City, Perth, Australia, Jumat 6 Desember 2013 silam. Dia dinyatakan kalah TKO di malam itu.

Selama 15 tahun berkarier sebagai petinju professional, Chris John mencatatkan 48 kemenangan dengan 22 di antaranya menang KO/TKO, tiga kali seri dan hanya sekali kalah.

  1. Pernah Ditangani Tiga Pelatih

Chris John dibesut tiga pelatih sepanjang kariernya. Ayahnya yang seorang mantan petinju amatir menjadi pelatih pertama. Chris John mulai melahap porsi latihan tinju sejak usia 5 tahun.

Setelah memutuskan menjadi petinju professional, Chris John dipoles Sutan Rambing. Kebersamaan mereka berakhir pada 2005, menjelang pertarungan versus Derrick Gainer.

Chris John kemudian bergabung dengan Harry’s Gym di Perth, Australia. Dia pun ditangani Craig Christian. Pelatih Australia itu mendampingi Chris John hingga pensiun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini